MabesNews.com, Makassar – Dua figur kunci Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara, Rahman Salehe dan Meidy Lensun, terus memperkuat kapasitas legislatif melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Seluruh Indonesia yang berlangsung di kota Makassar, 25–28 Juni 2026.
Kegiatan empat hari ini menjadi ajang konsolidasi nasional bagi ratusan legislator dari berbagai penjuru Nusantara untuk meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas konstitusional.
Rahman Salehe, yang dikenal sebagai anggota DPRD Boltim peraih suara terbanyak dari PDI Perjuangan pada Pemilihan Umum Legislatif, hadir dengan penuh antusiasme. Pria yang akrab disapa Amang ini telah lama menjadi sosok yang aktif dalam berbagai gerakan sosial di daerahnya, termasuk diangkat sebagai anggota kehormatan Gerakan Pemuda Ansor Boltim atas kontribusinya bagi masyarakat.
Kehadirannya di Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengasah kemampuan legislatif demi membawa perubahan nyata bagi warga Timur Totabuan.
Di sisi lain, Meidy Lensun, selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Boltim, turut hadir memimpin delegasi daerahnya. Sebagai pengurus partai tingkat kabupaten, Lensun memegang peranan strategis dalam mengarahkan seluruh kader PDI Perjuangan Boltim untuk tetap tegak lurus pada garis partai. Dalam berbagai kesempatan, Salehe telah menegaskan bahwa seluruh kegiatan politiknya selalu berada di bawah koordinasi dan arahan Meidy Lensun.
Selama empat hari di Makassar, para peserta bimtek mengikuti serangkaian sesi intensif yang mencakup penguasaan teknik legislasi, pengawasan anggaran daerah, komunikasi politik, serta strategi advokasi kebijakan pro-rakyat. Para narasumber yang hadir merupakan pakar di bidangnya, mulai dari akademisi, praktisi hukum tata negara, hingga pejabat senior dengan pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan.
Bagi Rahman Salehe, bimbingan teknis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kerja legislatifnya di DPRD Boltim. Sebagai wakil rakyat, ia menyadari bahwa tugasnya bukan sekadar mengisi kursi dewan, melainkan menjadi corong aspirasi masyarakat Boltim.
Setiap peraturan daerah yang dihasilkannya harus mampu menjawab keresahan warga dan memberikan solusi konkret, terutama di sektor ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi perhatian utamanya.
Meidy Lensun, dalam kapasitasnya sebagai ketua DPC, memanfaatkan forum ini untuk menjalin komunikasi strategis dengan pengurus DPC dan DPD PDI Perjuangan dari daerah lain.
Diskusi antarpengurus ini menjadi sarana bertukar pengalaman dalam memenangkan pemilu, mengelola konstituen, dan mempertahankan soliditas partai di tingkat lokal. Pengalaman Boltim dalam mempertahankan kekompakan kader, meski menghadapi berbagai riak di lapangan, menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peserta dari daerah lain.
Makassar dipilih sebagai tuan rumah bimtek tidak tanpa alasan. Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Daeng ini menyimpan aura historis pergerakan nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan. Inspirasi dari semangat perjuangan yang melekat di setiap sudut kota memberikan energi tersendiri bagi para peserta, termasuk Salehe dan Lensun, untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.
Salah satu fokus utama dalam bimbingan teknis ini adalah penguatan kapasitas penyusunan peraturan daerah (perda) yang berkualitas. Para peserta dilatih memahami seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, hingga pengawasan implementasi perda. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya peran DPRD dalam pengawasan terhadap eksekutif daerah agar setiap rupiah anggaran pembangunan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.
Dalam sesi refleksi, Rahman Salehe kembali menegaskan filosofi yang dipegang teguhnya: “Perjuangan tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian untuk terus mengabdi.” Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat Bung Karno yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh kader PDI Perjuangan. Dengan semangat proklamator, Salehe dan Lensun berkomitmen untuk terus berdiri bersama rakyat, bekerja dengan hati, dan menjaga cita-cita Indonesia.
Keduanya berjanji akan membawa pulang ilmu dan jaringan yang diperoleh di Makassar untuk diterapkan langsung di Bolaang Mongondow Timur. Peningkatan kapasitas legislatif ini diharapkan mampu mendorong Boltim menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan, sesuai dengan harapan konstituen yang telah mempercayakan suaranya kepada PDI Perjuangan.
(Pusran Beeg)





