MABESNEWS.COM, — Kepolisian (Polres) Bangka Tengah berjanji akan mendalami informasi terkait maraknya aktivitas pembelian timah yang diduga ilegal di wilayah Simpang Perlang, Kabupaten Bangka Tengah.
Bisnis yang disinyalir melanggar Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) tersebut dikabarkan telah berlangsung lama di kediaman seorang kolektor berinisial IR dan kini menjadi Sorotan.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Samuel Simanjuntak, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan mengenai transaksi bisnis timah tersebut.
”Terima kasih atas informasinya, nanti akan kami dalami,” tegas AKBP Samuel Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan media ini, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun media ini, IR ditengarai sudah lama menggeluti bisnis pembelian timah ilegal di kediamannya. Transaksi tersebut diduga dilakukan secara tersembunyi di area gudang yang berada tepat di depan rumahnya guna membatasi pantauan publik dan media.
”Di depan rumah IR ada gudang tempat menjalankan bisnis timah ilegalnya. Aktivitas ini terus berjalan mulus tanpa tersentuh tindakan tegas dari aparat,” ujar salah seorang warga lokal.
Kondisi tersebut memicu spekulasi opini Pertanyaan. Apakah dugaan kolektor timah ini melakukan ‘koordinasi’ dengan oknum aparat setempat, sehingga aktivitas yang melanggar aturan Minerba ini dapat beroperasi tanpa tindakan hukum yang nyata.
Sementara itu, pasca-penayangan berita sebelumnya, sempat muncul dugaan upaya intervensi dari salah satu pengusaha timah terkemuka di wilayah Koba yang meminta agar aktivitas IR tidak dipublikasikan lagi.
”Tolong ditutupi pemberitahuannya Pak, agar tidak ramai,” ungkap bos timah besar di koba tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya meminta konfirmasi resmi dari IR terkait legalitas dan perizinan aktivitas penampungan serta pembelian butiran timah di kediamannya.
Sentilan Tegas Presiden Prabowo Dalam Pidato Kenegaraan pada Jumat (14/8/2026),
Presiden Prabowo Subianto menyoroti secara tajam maraknya praktik tambang ilegal—termasuk penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
Presiden menegaskan bahwa aktivitas berskala besar tersebut tidak mungkin berjalan tanpa diketahui oleh aparat penegak hukum.
Beliau memberikan instruksi langsung kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan tambang ilegal beserta oknum yang membackingi di belakangnya.
”Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat TNI tahu. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka kalau tidak bisa menertibkan ini?” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Masyarakat dan insan pers kini menunggu langkah konkret dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum di lapangan guna menindaklanjuti arahan Presiden tersebut. Zl







