Sekapur Sirih, Selayang Pandang
Mabes News, Sergai – Suasana hangat menyelimuti Pantai Cermin pada 1 Juni 2026. Tenda-tenda yang berdiri kokoh, sedang & akan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Jambore Cabang (Jamcab) V Gerakan Pramuka Serdang Bedagai. para peserta akan di-isi tidak dengan tangan kosong. Mereka nantinya akan membawa pulang sebuah misi besar: menjaga api Dasa Dharma & Pancasila agar tetap berkobar di tengah masyarakat.
Inovasi Ideologis di Tengah Krisis Zaman
Kegiatan Jamcab V kali ini memang dirancang berbeda sejak awal. Pemerintah Daerah Serdang Bedagai melakukan sebuah langkah inovatif dengan menggabungkan Upacara Hari Lahir Pancasila dengan Pembukaan Jambore pada tanggal 1 Juni. Inovasi luar biasa ini berhasil memobilisasi lebih dari 1.000 peserta hingga memadati lapangan.
Lebih dari sekadar angka, penggabungan ini merupakan sebuah keputusan ideologis. Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Serdang Bedagai, Kak Adlin Tambunan, sangat menyadari bahwa seluruh isi Dasa Dharma Pramuka pada hakikatnya merupakan intisari dari Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
Langkah ini dirasa sangat krusial di tengah realitas pahit yang sedang dihadapi generasi muda saat ini. Sejak Gerakan Pramuka tidak lagi diwajibkan di sekolah, desa, dan kecamatan, penurunan moralitas remaja kian mengkhawatirkan. Fenomena ini terlihat jelas dari tiga krisis utama yang melanda:
-
Krisis Sopan Santun : Maraknya kata-kata makian seperti “anjir” dan “anjay” yang diadopsi sebagai bahasa gaul sehari-hari tanpa beban moral.
-
Krisis Mentalitas : Lahirnya generasi yang gampang frustrasi, bahkan hingga kebijakan ujian nasional pun dihapus karena ketakutan akan tingkat stres.
-
Krisis Literasi : Dampak lanjutan yang memilukan di mana masih ditemukan siswa SMP yang belum lancar baca-tulis, serta siswa SMA yang gagap matematika dasar.
Di tengah ancaman degradasi moral dan mental inilah, Jambore Cabang ke-V hadir sebagai jawaban sekaligus benteng pertahanan yang kuat.
Program Out-of-the-Box untuk Masa Depan
Untuk menjawab akar masalah tersebut, materi kegiatan yang akan sampai hari Rabu 3 Juni 2026 diusung dalam jambore ini sengaja dirancang secara kreatif dan langsung menyentuh esensi masalah:
-
Seminar Wirausaha Muda Program ini menjadi cermin kuatnya tekad Kwarcab Sergai dalam membangun Kampus Pramuka. Fokus utamanya diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, kewirausahaan, bina kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.
-
Smart Van Literacy Movement Gerakan melawan kebutaan aksara dan wawasan ini dijalankan melalui kehadiran perpustakaan keliling, berbagai workshop, serta kompetisi literasi. Program ini sekaligus mengingatkan kembali pada sebuah pesan bijak:
“Bila umurmu tidak sepanjang umur dunia, perpanjanglah dengan menulis.
Bila engkau belum layak melakukan perjalanan dinas keliling dunia, membacalah !”
Apresiasi Tinggi dan Api yang Tak Boleh Padam
Kerja keras dan prestasi para peserta diharapkan mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah daerah Sergai. Sebagai bukti nyata kepedulian terhadap prestasi anak-anak daerah, para peserta diberikan hadiah tiket berwisata di Theme Park ; sebuah destinasi wisata air termewah dan termegah di Serdang Bedagai.
In sha Alloooh resminya penutupan acara akan berakhir 2 hari kedepan (Rabu, 3 Juni 2026), maka diharapkan esensi dari jambore ini baru saja dimulai yakni Ilmu wirausaha, semangat literasi, bahasa yang santun, serta mental baja yang telah ditempa sehingga diharapkan dapat terus melekat pada diri setiap anggota Pramuka.
Mereka kini melangkah maju sebagai agen perubahan yang siap akan membawa dampak positif bagi sekolah & lingkungan mereka masing-masing. Terlaksananya kesuksesan program / acara ini tidak terlepas dari dedikasi penuh Kak Kwarcab, panitia, pembina, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi terbaiknya.(ms2)






