Jelang Hari Jadi ke-24, Ansar Tagih Perhatian Pusat: Kepri Gerbang Negara, Bukan Daerah Pinggiran

Pemerintah42 views

MabesNews.com | Tanjungpinang — Menjelang Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur Kepri Ansar Ahmad kembali menyoroti pemerataan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Ia meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius terhadap Kepri sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah perbatasan negara.

Hal itu disampaikan Ansar seusai mengikuti dialog interaktif di RRI Tanjungpinang dan TVRI Provinsi Kepri di Dompak, Rabu (23/9/2026).

 

Menurut Ansar, pembangunan Kepri tidak dapat menggunakan pola yang sama dengan daerah kontinental. Kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau membuat kebutuhan listrik, telekomunikasi, air bersih, infrastruktur dasar, dan konektivitas antarpulau membutuhkan pendekatan khusus.

 

“Catatan yang baik harus lebih baik, sedangkan catatan yang kurang harus diperbaiki bersama. Tidak ada kata lain selain bekerja keras, saling bahu-membahu pada setiap level pemerintah, lembaga kemasyarakatan maupun masyarakat Kepri,” ujar Ansar.

 

Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat diperlukan karena sebagian pembangunan berkaitan dengan kewenangan serta kemampuan pembiayaan yang terbatas di daerah.

 

“Dengan keterbatasan kemampuan kita serta kebijakan dan kewenangan terbatas, maka pemerintah pusat harus kita sadarkan bahwa ada gerbang batas negara yang tidak boleh terlupakan oleh mereka,” tegasnya.

 

Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, pembangunan di wilayah tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan daerah, tetapi juga berkaitan dengan penguatan kawasan perbatasan dan kehadiran negara.

 

Aliansi Peduli Indonesia Kepulauan Riau. Ketua Umum BP3KR Husrin Hood bersama Syazinan dari BP3KR Jakarta menilai perhatian pemerintah pusat terhadap Kepri perlu diperkuat dengan mempertimbangkan karakter kepulauan dan posisi strategisnya.

 

“Kepri adalah gerbang Indonesia di bagian barat yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, perhatian terhadap Kepri bukan hanya kepentingan daerah, tetapi juga bagian dari kepentingan nasional,” ujar perwakilan Aliansi.

 

Aliansi berharap momentum Hari Jadi ke-24 tidak berhenti pada seremoni. Pemerataan pembangunan, konektivitas antarpulau, infrastruktur dasar, serta penguatan kawasan perbatasan harus menjadi agenda nyata dan berkelanjutan.

 

Bagi Kepri, jarak antarpulau bukan sekadar persoalan geografis. Ketika akses dasar dan konektivitas belum merata, jarak dapat berubah menjadi kesenjangan pelayanan dan kesempatan.

Pesannya jelas: Kepri berada di garis depan perbatasan Indonesia. Karena itu, pembangunan di Kepri semestinya menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

 

ARF-6