“Teror Lalat Kepung Puskesmas Karangbenda, Diduga dari Kandang Ayam 23 Ribu Ekor”

Mabesnews.com, Cilacap – Aktivitas pelayanan di Puskesmas Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, terganggu akibat serbuan lalat dalam jumlah besar selama sepekan terakhir. Kondisi ini membuat pasien, khususnya rawat jalan, merasa tidak nyaman saat berada di ruang tunggu hingga poli KIA.

Kepala Puskesmas Karangbenda, Edy Susanto, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia menyebut lonjakan populasi lalat mulai dirasakan sejak Selasa, 15 April 2026, dan paling parah terjadi pada siang hari.

“Kami sudah mendapatkan keterangan dari RT setempat. Sebelumnya juga sudah pernah dilaporkan ke pihak desa dan telah dilakukan fogging total pada Selasa, 21 April 2026,” ujar Edy, Rabu (22/4/2026).

Sebagai langkah penanganan, pihak puskesmas telah memasang 12 perangkap lalat tambahan serta melakukan penyemprotan disinfektan hingga tiga kali sehari.

“Alhamdulillah, hari ini jumlah lalat sudah jauh berkurang. Pelayanan tetap berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir karena ruangan kami tetap dijaga steril,” tegasnya.

Warga setempat menduga sumber lalat berasal dari kandang ayam broiler milik seorang warga berinisial SN (40), yang berlokasi sekitar 150 meter di utara puskesmas. Kandang tersebut diketahui berkapasitas sekitar 23 ribu ekor ayam dan baru sebagian dipanen pada Jumat (18/4/2026).

Saat dikonfirmasi, pengelola kandang, Sofyan, mengakui bahwa peningkatan lalat biasanya terjadi pasca panen.

“Memang setelah panen biasanya lalat meningkat. Tapi kotoran sudah saya karungi sejak Senin dan sudah disemprot dua kali. Tinggal menunggu panen selesai total sekitar dua hari lagi agar kandang bisa dikosongkan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kandang tersebut memiliki izin dan telah beroperasi selama tiga tahun tanpa keluhan berarti dari warga.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 03 Desa Karangbenda, Ari, menyampaikan bahwa pihaknya telah memediasi warga dengan pemilik kandang.

“Kami sudah minta agar pembersihan dipercepat dan penyemprotan dilakukan secara rutin. Warga juga berharap kandang bisa dikosongkan sementara selama sekitar satu minggu agar populasi lalat menurun,” ujar Ari.

Ia menambahkan, laporan juga telah disampaikan ke pemerintah desa untuk diteruskan kepada Dinas terkait.

Rencananya, pada Kamis (23/4/2026), tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap akan melakukan audit terhadap kandang tersebut.

“Kalau ditemukan pelanggaran terkait SOP limbah maupun jarak, kami minta ada penertiban. Puskesmas adalah fasilitas vital bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga Rabu sore, pelayanan di Puskesmas Karangbenda tetap berjalan normal, meskipun masih terlihat beberapa pasien mengusir lalat saat mengantre obat.

(Sarif & Tim Cilacap)