Mabesnews.com, JAKARTA – Konflik kepemimpinan di tubuh Laskar Merah Putih akhirnya resmi berakhir pada 21 April 2026. Rekonsiliasi antara Ketua Umum Adek Erfil Manurung dan Arcat Canu menandai berakhirnya dualisme kepengurusan yang telah berlangsung selama tujuh tahun.
Kesepakatan damai ini merupakan hasil dari serangkaian pertemuan intensif yang dilakukan oleh tim rekonsiliasi dari kedua belah pihak selama kurang lebih tiga bulan.
Perwakilan dari kubu Arcat Canu di antaranya Ukur Purba, Bunda Dahli, dan Burhan Saidi, sementara dari kubu Adek Erfil Manurung diwakili oleh Surya Darma Simbolon, Lundu Pakpahan, Antoni Tobing, serta Bunda Iren.
“Kurang lebih tiga bulan kami melakukan pertemuan. Akhirnya kedua belah pihak sepakat mengakhiri dualisme kepengurusan. Kerja tim rekonsiliasi tidak sia-sia,” ujar Surya Darma Simbolon.
Ia menjelaskan, konflik yang berlangsung selama tujuh tahun tersebut tidak pernah berujung pada benturan fisik, meski sempat berlanjut ke jalur hukum. Pihak Arcat Canu diketahui pernah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait Surat Keputusan Kementerian Hukum yang mengesahkan kepengurusan Adek Erfil Manurung, hingga perkara tersebut dimenangkan sampai tingkat kasasi.
Namun demikian, Adek Erfil Manurung disebut lebih mengedepankan kepentingan organisasi dan para kader dibanding kepentingan pribadi. Hal ini menjadi titik awal terjadinya pertemuan kedua tokoh tersebut yang berujung pada penandatanganan nota kesepakatan pada 21 April 2026.
“Pertemuan ini penuh semangat dan kerinduan yang sudah lama terpendam. Akhirnya kedua tokoh bisa duduk bersama dan menyepakati rekonsiliasi,” tambah Surya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Laskar Merah Putih, Lundu Pakpahan, menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya konflik internal tersebut. Ia juga mengucapkan selamat kepada Arcat Canu yang kini resmi menjabat sebagai Ketua Umum periode 2025–2030.
Lundu turut mengapresiasi sikap Adek Erfil Manurung yang dinilai menunjukkan keteladanan dengan mengedepankan persatuan organisasi.
“Beliau bersedia mengalah demi masa depan organisasi. Ini menjadi contoh baik bagi seluruh kader,” ujarnya.
Dalam hasil rekonsiliasi tersebut, Adek Erfil Manurung juga ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pendiri Laskar Merah Putih yang akan berperan dalam mengawal jalannya organisasi ke depan.
Selanjutnya, organisasi akan melakukan percepatan restrukturisasi kepengurusan mulai dari tingkat Markas Besar, Markas Daerah, hingga cabang.
Dengan berakhirnya dualisme kepemimpinan ini, diharapkan Laskar Merah Putih dapat kembali solid dan fokus menjalankan program organisasi ke depan.
Ikhsan B






