Renungan Pagi “Guru dari Sunyi Tak Bertepi”

Mabesnews.com,-Sebelum cahaya menembus cakrawala, ketika dunia masih terbungkus embun, duduk dalam kesunyian yang lebih tua dari umur bintang-bintang.

Di ruang hening itu, rasakan bahwa seluruh semesta berlutut sejenak gunung-gunung menahan gema, dan angin yang biasanya berlari hari ini memilih diam.

Dalam diam itulah mendengar pelajaran yang tak tertulis :

bahwa hidup bukan tentang mengejar,

melainkan tentang kembali pulang

ke pusat jiwa yang tak pernah bersuara.

“Keheningan adalah guru

bagi mereka yang mau mendengar,”

bisiknya tanpa kata,

masuk perlahan ke dalam kesadaran

seperti matahari yang naik tanpa tergesa.

Belajar lah :

bahwa cinta tidak selalu berbicara,

bahwa damai tidak selalu berwujud,

bahwa yang suci sering datang

dalam kelembutan yang tak terlihat.

Pagi ini,

aku meminum cahaya yang baru lahir,

merasakan bumi berdenyut lembut di telapak kaki,

dan tahu bahwa diri manusia adalah bagian

dari doa panjang yang diucapkan alam

sejak awal mula waktu.

 

Dalam keheningan ini,

tebarkan welas asih

seperti sinar matahari menebarkan hangatnya:

tanpa memilih,

tanpa meminta kembali.

Selamat Pagi Semuanya.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.

 

(Samsul Daeng Pasomba.PPWI)