MabesNews.com, Wailangira – Berangkat dari kesederhanaan, Petrus Pati Mone dipercaya masyarakat untuk memimpin sebagai Kepala Desa Wailangira, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Memasuki dua tahun masa kepemimpinannya, komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat tetap ia pegang teguh.
Bagi Petrus, jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar tidak mengecewakan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.
“Amanah ini saya jaga dengan sungguh-sungguh agar warga tidak kecewa. Setiap program yang dibiayai melalui Dana Desa kami laksanakan sesuai dengan hasil penetapan anggaran dan musyawarah. Harapannya, masyarakat Desa Wailangira benar-benar dapat merasakan manfaat dari setiap program dan bantuan yang diberikan,” ujar Petrus saat ditemui di kediamannya, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, setiap rupiah Dana Desa harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan maupun program yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, bukan sekadar tercatat dalam laporan administrasi.
Kritik Menjadi Bahan Evaluasi
Petrus juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media. Baginya, kritik merupakan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di desa.
“Saya sangat menghormati kehadiran media. Jika ada kritik atau masukan terhadap kinerja kami, itu akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan kami bisa bekerja lebih baik dan masyarakat Desa Wailangira semakin merasakan hasil dari upaya yang kami lakukan,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh program pembangunan desa disusun melalui musyawarah bersama perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan warga.
“Dengan musyawarah, pembangunan akan lebih tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya karena tujuan utama kami adalah meningkatkan kesejahteraan warga Desa Wailangira,” pungkasnya.
Penulis: Dominggus







