MabesNews.com, Majalengka – Program bantuan sosial adalah salah satu instrumen yang di lakukan oleh pemerintah dalam menurunkan beban pengeluaran keluarga miskin, program tersebut masih terus berlanjut untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, khususnya target penghapusan kemiskinan ekxtrim di nol persen pada tahun 2024 nanti.
Seperti apa yang di lakukan pemerintah kabupaten majalengka sedang berlangsung acara kegiatan monitoring dan evaluasi program di tingkat kecamatan, seperti yang di lakukan di kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada senin ( 4-12-2023 ) yang bertempat di GOR Desa Rajagaluh Lor .
Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, MM juga selaku ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kabupaten Majalengka, yang di dampingi Kepala BAPEDA dan Kepala Dinas Sosial, saat di temui mengatakan, merasa bersyukur bahwa di Kabupaten Majalengka mengalami penurunan tingkat kemiskinan dan pada hari ini kita sudah menyepakati angka kemiskinan Extrim di angka 1,9 persen, berdasar kan target dan instruksi Presiden di tahun 2024 angka kemiskinan itu harus di nol ( 0) persen, semoga kita berharap angka pencapaian di tahun 2024 nanti, dari pencapaian angka 3,5 persen , pada hari ini kita sudah mencapai 1,9 persen, untuk menempuh di angka nol persen itu kita harus adanya kesadaran masyarakat dan pemerintah desa, jadi kalau tidak ada kemiskinan extrim bukan berarti tidak adanya bantuan sosial akan tetapi bantuan itu masih tetap ada meskipun tidak ada kemiskinan extrim, akan tetapi nanti akan di rubah menjadi suatu program yang namanya pemberdayaan masyarakat, yang bukan untuk kemiskinan extrim itu . ungkap nya
Dalam acara kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut di hadiri Camat Rajagaluh beserta jajaranya , para kepala Desa sekecamatan Rajagaluh serta jajaran , masyarakat dan undangan .
(Didin.f )







