Mabesnews.com-Jakarta- Wakil Ketua Umum DPP FORMAS Bidang Perhubungan dan Logistik Khairul Mahalli Wakil Ketua Umum DPP Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Investasi, Khairul Mahalli bersama Tim Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan sejumlah investor dari China meninjau langsung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang kini berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Jawa Tengah, Kamis 22/1/2026.
“Ya, kami meninjau langsung KITB yang kini berstatus KEK di Jawa Tengah dengan Tim BKPM dan beberapa investor dari China,” ujar Mahalli yang juga Ketua Umum Bidang Logistik kepada media ini melalui WA kemarin.
Dia menjelaskan Industropolis Batang — memiliki akses langsung ke Jalan Tol Trans Jawa pada titik KM 371 dengan gerbang tol yang sudah disiapkan untuk koneksi langsung ke kawasan industri. Exit Tol / Interchange terdekat:
● Gerbang Tol KIT Batang / KM 371 (akses langsung ke kawasan).
● Beberapa referensi juga menyebut jarak ke tol bisa sangat dekat, bahkan sekitar ±350 meter dari area inti industri (indikasi dari laporan investasi). Estimasi jarak ke KITB:
Karena KITB direncanakan sangat dekat dengan pintu tol utama, estimasi jarak tol ke area properti KITB bisa berada di ±0,3 – 2 km, tergantung lokasi parcel di dalam kawasan.
“Sementara estimasi waktu tempuh dari pintu tol ke area properti KITB: ± 3–8 menit (kendaraan ringan/logistik) – sangat efisien untuk distribusi barang dan mobilitas tenaga
kerja. Estimasi Jarak Tempuh Regional
Berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, KITB memiliki konektivitas yang baik ke beberapa kota strategis: (estimasi berdasarkan tol Trans Jawa ±)
● Semarang: ± 70–90 km → ± 1,5–2 jam
● Pekalongan: ± 25–35 km → ± 30–50 menit
● Jakarta: ± 330–360 km → ± 5–6 jam,” rinci Mahalli mengutip Tim BKPM.
Posisi di tol Trans Jawa memberikan katanya keunggulan logistik domestik yang efisien untuk pengiriman barang internasional maupun distribusi wilayah Jawa.Fasilitas Pendukung yang Relevan dengan Karakter Industri
Sebagai kawasan industri besar (± 4.300 ha total rencana), KITB memerlukan fasilitas yang tidak hanya menunjang operasional industri tetapi juga kehidupan sosial dan kesejahteraan pekerja.
Terkait area lain Mahalli menyebutkan 1. Area Mini Commercial / Mini Shopping Center. Kebutuhan: Minimarket / retail harian Kafe / restoran pekerja. Fasilitas jasa (laundry, print, bank/ATM).
Menyinggung tentang Relevansi, Mahalli menjelaskan tenaga kerja industri biasanya bekerja dalam shift panjang dan membutuhkan akses cepat kekebutuhan harian tanpa harus keluar jauh dari kawasan. Fasilitas ini meningkatkan kenyamanan hidup serta produktivitas kerja.
Manfaat langsung ke kawasan industri:
● Menekan perjalanan keluar kawasan untuk kebutuhan dasar
● Membantu penyerapan ekonomi lokal
● Meningkatkan daya tarik kawasan bagi tenant dan investor
2. Fasilitas Kesehatan / Rumah Sakit Industri
Kriteria yang diperlukan:
✔️ RS dengan layanan darurat 24 jam
✔️ Klinik khusus K3/industrial health
✔️ Fasilitas medis pencegahan dan rehabilitasi.
Relevansi:
Seperti dijelaskan TIm BKPM, lanjut Mahalli Industri memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja. Namun, Rumah Sakit atau klinik terpadu di kawasan memberikan respons cepat terhadap insiden, membantu menurunkan risiko downtime produksi, serta menaikkan standar K3 (keselamatan kerja).
Narasi Strategis Pengembangan Kawasan KITB.
“KITB bukan sekadar kawasan lahan industri biasa — dengan status KEK Industropolis Batang, lokasi ini dirancang sebagai ekosistem terpadu manufaktur, logistik, dan distribusi yang berjalan seimbang dengan kebutuhan sosial pekerja dan masyarakat sekitar,” ujar Mahalli.

Kenapa fasilitas penunjang seperti mini belanja dan rumah sakit sangat penting?
Dukungan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja Karyawan industri di kawasan besar seperti KITB (diproyeksikan menyerap ratusan ribu tenaga kerja) perlu akses cepat ke kebutuhan konsumsi dan medis agar produktivitas tetap optimal.
“Selain itu meningkatkan nilai investasi kawasan. Ketika kawasan industri menyediakan fasilitas lengkap (perbelanjaan dan kesehatan), hal ini menjadi nilai jual tambahan kepada investor dan tenant internasional,” papar Mahalli.(tiar)







