MabesNews.com, Sumba Barat Daya — Kondisi rumah milik keluarga Bapak Kornelis di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, belakangan menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Banyak warga merasa prihatin melihat kondisi rumah tersebut yang dinilai jauh dari kata layak huni.
Namun, yang menjadi sorotan masyarakat bukan hanya kondisi rumah tersebut, melainkan belum adanya kunjungan maupun langkah nyata dari pemerintah desa setempat sejak persoalan ini ramai diperbincangkan publik.
Sejumlah warga mempertanyakan mengapa hingga saat ini pemerintah Desa Hameli Ate belum terlihat melakukan pergerakan ataupun turun langsung melihat kondisi keluarga tersebut. Padahal, menurut warga, persoalan itu bukan baru terjadi sehari atau dua hari.
“Kalau masyarakat biasa bisa tahu lewat media sosial, kenapa pemerintah desa yang setiap hari berada di wilayah itu tidak mengetahui kondisi warganya sendiri?” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Masyarakat menilai seorang kepala desa seharusnya menjadi pihak pertama yang mengetahui kesulitan rakyatnya. Sebab, jabatan pemimpin bukan hanya berbicara soal pembangunan di atas podium, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Kondisi ini juga memunculkan kritik dari masyarakat terkait respons pemerintah yang dinilai lambat. Warga berharap jangan sampai muncul kesan bahwa penderitaan rakyat kecil baru diperhatikan ketika viral di media sosial.
“Rakyat kecil juga butuh perhatian. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” kata warga lainnya.
Selain pemerintah desa, masyarakat juga berharap pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya segera turun langsung melihat kondisi keluarga tersebut serta mencari solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi.
Warga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan bentuk kepedulian sosial agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret berupa kunjungan langsung, pendataan, hingga bantuan nyata agar keluarga yang mengalami kesulitan dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah kehidupan mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya hadir saat acara seremonial atau kampanye, tetapi juga hadir ketika rakyat sedang mengalami kesulitan hidup.
Selaku wartawan MABESNEWS.COM, kami hanya menyampaikan fakta dan suara masyarakat yang terjadi di lapangan. Berita ini bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan menjadi bentuk kontrol sosial agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi rakyat kecil yang membutuhkan perhatian.
Ketika sebuah persoalan harus viral terlebih dahulu sebelum mendapat perhatian, maka hal itu menjadi tanda bahwa masih ada komunikasi dan kepedulian yang perlu diperbaiki antara pemerintah dan masyarakat.
MABESNEWS.COM memiliki tugas menyampaikan kenyataan yang terjadi di tengah rakyat. Karena itu, kritik yang muncul dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi bersama, bukan dianggap sebagai serangan pribadi.
Harapan masyarakat sederhana, yaitu kehadiran pemerintah yang benar-benar hadir untuk melihat, mendengar, dan membantu rakyat tanpa harus menunggu sorotan media sosial.
Semoga persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah Desa Hameli Ate maupun pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, sehingga masyarakat kecil dapat merasakan keadilan sosial dan kepedulian nyata dari para pemimpinnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih berharap adanya perhatian nyata dan langkah cepat dari pemerintah Desa Hameli Ate maupun pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi keluarga Bapak Kornelis.
Tim Lapangan
Martinus Kondo








