MabesNews.com | Kodi Utara, Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Senin, 1 Juni 2026 – Di tengah kehidupan masyarakat Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, masih terdapat rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan. Salah satunya adalah rumah milik Bapak Leonardus Lere Holo, warga Kampung Gallu Kalogho, Dusun I, yang hingga kini masih dihuni meskipun sudah tidak memiliki atap yang layak.
Rumah panggung yang dahulu berdiri kokoh itu kini tampak terbengkalai. Atap alang-alang yang sebelumnya melindungi penghuninya telah lama rusak dan rontok. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, rumah tersebut dibiarkan tanpa atap dan belum mendapatkan perhatian maupun bantuan dari pihak terkait.

Di tengah rindangnya pepohonan Desa Hameli Ate, rumah milik Leonardus menjadi potret nyata kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian. Saat ditemui di kediamannya pada Senin (1/6/2026), Leonardus mengungkapkan kesedihannya.
“Sudah tiga tahun rumah ini tidak beratap. Alang-alangnya sudah habis dan rontok. Saat hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumah. Namun saya dan anak saya tetap bertahan di sini karena kami tidak punya pilihan lain,” ujarnya dengan nada sedih.
Meski dalam kondisi memprihatinkan, rumah tersebut masih dihuni oleh Leonardus bersama seorang anaknya yang setia menemaninya. Dari rumah yang sebagian telah rusak dan berlubang itu, kehidupan tetap berjalan.
“Walaupun rumah ini sudah banyak yang rusak, bagi saya ini tetap rumah. Di sinilah kami tinggal dan menjalani kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Leonardus mengaku bahwa setiap kali hujan turun, dirinya dan sang anak harus menghadapi air yang masuk ke dalam rumah. Namun keterbatasan ekonomi membuat mereka belum mampu memperbaiki ataupun membangun rumah yang lebih layak.
“Kami tetap bertahan bukan karena ingin hidup seperti ini, tetapi karena belum ada pilihan lain. Rumah ini menjadi saksi perjuangan kami untuk tetap hidup di tengah segala keterbatasan,” katanya.
Kondisi rumah tersebut juga menjadi gambaran masih adanya warga yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan. Leonardus berharap pemerintah desa dapat melihat langsung kondisi yang dialaminya dan memberikan solusi agar dirinya bersama keluarga dapat tinggal di rumah yang lebih layak.
Dengan adanya pemberitaan ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang membutuhkan bantuan, termasuk melalui pemanfaatan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang tersedia.
Tim Lapangan
Dominggus







