TIDAK ADA KONTROL! OPERATOR SPBU KANDANG RODA AKUI PENGAWAS HILANG, MOTOR BESAR BEBAS ISI PERTALITE SUBSIDI – DIDUGA DUKUNG MAFIA!”

Mabesnews.com, SPBU Cikarang Selatan Kandang Roda jalan raya Cibarusah dengan nomor identitas SPBU kini menjadi sorotan karena diduga bekerja sama secara sengaja dengan jaringan mafia pertalite yang telah lama merusak sistem subsidi energi negara. Kasus ini semakin mengkhawatirkan mengingat pertalite sebagai bahan bakar subsidi hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dengan mesin 125 cc ke bawah, namun di lokasi tersebut tercatat terjadi penyalahgunaan berulang-ulang.

Ketika awak media mendatangi lokasi untuk menelusuri informasi terkait pengisian motor yang tidak memenuhi syarat yang terus melintas dan mengisi bahan bakar, salah satu operator bernama Agus dengan tegas mengakui kondisi yang tidak biasa. “Pengawasnya nggak ada Pak, dan jarang sekali ada di sini,” ucap Agus tanpa basa-basi, mengungkapkan celah keamanan dan pengawasan yang sangat besar di SPBU tersebut.

Tak hanya itu, ketika ditanya terkait kendaraan seperti motor Thunder dan Megapro – yang jelas-jelas memiliki mesin melebihi batas ketentuan – yang terus datang dan mengisi pertalite secara berulang-ulang, salah satu orang yang mengaku sebagai petugas keamanan (tak mau menyebutkan nama) malah memberikan tanggapan yang mengecewakan. “Dia kan beli Pak, terserah lah, emang salah apa?” katanya dengan sikap acuh tak acuh, seolah menganggap norma dan peraturan pemerintah tidak ada artinya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran penegak hukum, terutama Polres Kabupaten Bekasi dan Polsek Cikarang Selatan? Subsidi pertalite yang seharusnya menjadi bantuan bagi rakyat kecil justru diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan diduga didukung oleh jaringan mafia yang sudah terstruktur. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan dengan sikap tegas dan tidak pandang bulu – tangkap para pelaku, bekukan jalur penyalahgunaan, dan pastikan subsidi negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak!

 

Penulis (Hotma tumangger)