SETIAP TURUN HUJAN, JORONG SURAU KAMBA SELALU JADI MUARA SAMPAH KIRIMAN WARGA.

Pemerintah289 views

MabesNews.Com | Sumbar — Entah Sudah Berapa Ratus Kali, Warga Surau Kamba Selalu Dihadapkan Oleh Kenyataan Pahit dan Menyakitkan. Selalu Menerima Kiriman Sampah yang dihanyutkan Air Hujan Yang Sengaja Dibuang Pihak-Pihak Tidak Bertanggungjawab Melalui Saluran Drainase (Got/Banda).

Buang Sampah Ke Got/Banda (Drainase), Adalah Cara Paling Mudah dan Murah, Bahkan Tidak Membutuhkan Biaya Satu Sen-pun. Itulah Alasan Kenapa Banyak Pihak Yang Tidak Bertanggungjawab Memanfaatkan Moment Air Hujan Untuk Menghanyutkan Sampah Melalui Saluran Drainase, Yang Muaranya Akan Berhenti dan Menumpuk di Simpang Jirek dan Simpang Pakan Ladang Jorong Surau Kamba.

Surau Kamba Sebagai Wilayah Terendah (Hilir), Kerap Menerima Paket Kiriman Sampah Rumah Tangga dan Perkebunan, Yang Sudah Bisa Ditebak Darimana Asalnya.

Atas Nama Pemerintah Nagari Ampang Gadang, Rasanya Saya Selaku Walinagari Sudah Berulang Kali Berkordinasi Sambil “Memohon” Kepada Walinagari Tetangga, Yang Tidak Elok Rasanya Saya Sebutkan Nama Nagarinya Disini.

Saya Meminta “Walinagari Tetangga” Mau Menghimbau dan Menyadarkan Warganya Untuk Tidak Lagi Membuang Segala Jenis Sampah Ke Saluran Drainase (Got/Banda). Apakah Permohonan Saya Itu Sudah Benar-Benar Dipenuhi Atau Tidak? Saya Tidak Tahu. Tapi Melihat Hasilnya Tetap Saja Nihil, Surau Kamba Tetap Menjadi Muara Dari Kiriman Sampah Yang Bahkan Sekarang Sudah Memasuki Areal Persawahan Warga. Jelas Saja Ini Sudah Sangat Meresahkan Khususnya Bagi Warga Jorong Surau Kamba.

Lantas Siapa Yang Selama Ini Turun Tangan Membersihkan Sampah-Sampah Busuk Itu? Siapa Lagi Kalau Bukan Warga Surau Kamba Sendiri. Setiap Kali Turun Hujan, Sampah Pasti Langsung Menumpuk dan Warga Surau Kamba Pasti Akan Bergotong Royong Membersihkan Sampah-Sampah Tersebut Dengan Tangan Mereka. Seperti Sudah Menjadi Tugas Rutin dan “Tanggungjawab Urang Surau Kamba” Untuk “Mangamehi Sarok” Kiriman Itu.

Dan Selanjutnya Warga Surau Kamba Juga Harus Berfikir Akan Dibuang Kemana Sampah-Sampah Tersebut Setelah Dikemas Ke Dalam Karung-Karung Berukuran Besar.

Ya.. Begitulah Kenyataan Pahit Yang Harus Selalu Ditelan “Urang Surau Kamba” Setiap Kali Turun Hujan.


2 (Dua) Hari Yang Lalu, Uda Yohanes Gucci Setelah Menyaksikan Dengan Mata Kepalanya Sendiri, Merasa Miris Melihat Adanya Tumpukan Sampah Kiriman Tersebut di Simpang Jirek, Surau Kamba. Nuraninya Bertindak Untuk Memfoto dan Meng-Upload Tumpukan Sampah Tersebut di Akun Facebook Pribadinya.

Sontak Hal Itu Mengundang Banyak Respon dan Komentar Dari Netizen. Ada Yang Prihatin, Marah dan Miris Dengan Kenyataan Jorong Surau Kamba Yang Selalu Menjadi Muara Dari Sampah Kiriman Warga.

Postingan Uda Yohannes Itu Juga Memancing Reaksi Dari Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek Bekerjasama Dengan Dinas Pemadam Kebakaran Agam (Biaro) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab.Agam. Pagi Tadi Turun Langsung Ke Titik Lokasi Tumpukan Sampah di Simpang Jirek Surau Kamba. Bersama Warga dan Dibantu Para Mahasiswa KKN UNP, Akhirnya Tumpukan Sampah Itu Dapat Ditangani. Termasuk Penyemprotan Saluran Drainase Yang Sudah Hampir Keseluruhan Tertutup Oleh Tumpukan Sampah.


Kami Sangat Berharap, Akan Kesadaran Warga Atau Pihak-Pihak Yang Tidak Bertanggungjawab, Termasuk Rekan-Rekan Walinagari Tetangga, Yang Pasti Sudah Sangat Sering Melihat dan Mengetahui Penderitaan Warga Surau Kamba Akan Fenomena Sampah Kiriman Ini. Agar Rekan-Rekan Walinagari Mau dan Berkenan Memenuhi Permohonan Kami, Untuk Menghimbau, Mengajak dan Menyadarkan Warganya Agar Tidak “Berbuat Dzolim” Dengan Cara Sengaja Membuang Sampah di Saluran Drainase, Yang Dampaknya Pasti Selalu Dirasakan Oleh Warga Surau Kamba.

Buang Sampah Sembarangan, Dengan Sengaja dan Penuh Kesadaran. Sehingga Berdampak dan Menimbulkan Kemudharatan, Merugikan Banyak Orang, dan Mencemarkan Lingkungan. Adalah Bentuk Sebuah Kedzoliman Yang Nyata. Dan Kelak Akan Dipertanggung Jawabkan Dihadapan Allah SWT.

Kita Berharap, Banyak Pihak-Pihak Yang Sadar, Akan Tindakan Mereka Yang Telah Mendzolimi Saudaranya Sendiri. Dan Semoga Warga Surau Kamba Akan Segera Terbebas Dari Fenomena Sampah-Sampah Kiriman Yang Sudah Sangat Lama Dikeluhkan dan Kian Hari Kian Meresahkan

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *