Mabesnews.com, Sumba Barat Daya, Kecamatan Kodi. – Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami penderitaan. Namun Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa orang percaya akan hidup tanpa kesulitan, justru di tengah penderitaan, Tuhan sedang membentuk karakter, memurnikan iman, dan mempersiapkan kita untuk kemuliaan yang lebih besar.
Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa pengharapan, melainkan tetap percaya kepada Tuhan meskipun keadaan belum berubah.
Orang yang sabar tetap berdoa ketika doa belum di jawab , tetap setia beribadah ketika hati sedang terluka dan tetap taat ketika jalan hidup terasa berat.
Lihat Ayub, ia kehilangan harta, anak anak, bahkan kesehatan nya, namun di tengah penderitaan yang begitu berat ia tetap berpegang kepada Tuhan. Pada akhirnya Tuhan memulihkan hidupnya dan penderitaan sering kali menjadi tempat terbaik untuk mengenal Tuhan lebih dalam.Ketika kekuatan manusia habis, disitulah kuasa Tuhan dinyatakan. Jangan menilai kasih Tuhan hanya dari keadaan yang sedang kita alami. Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita sedang berjalan di lembah yang paling gelap.
Karena itu jangan menyerah tetap bersabar tekun dalam doa dan setia melakukan kehendak Tuhan, ingatlah bahwa tidak ada penderitaan yang sia sia di hadapan nya, pada waktu nya yang sempurna Tuhan akan mengubah air mata menjadi suka cita pergumulan menjadi kesaksian.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala gala nya jauh lebih besar dari pada penderitaan kami . “(Korintus 4:17)
Kiranya kita tetap teguh, sabar dalam penderitaan dan tidak pernah kehilangan pengharapan kepada Kristus karena dia setia menyertai umatNya sampai selama lamanya.
Kesabaran dalam penderitaan bukan lah tanda kelemahan melainkan bukti bahwa iman kita sedang bertumbuh. Tetap percaya, tetap setia, dan tetap berharap kepada Tuhan, sebab dia tidak pernah meninggal kan orang yang berharap kepada nya.
Penulis : Gabrial Dara Milla













