MabesNews.com, Majalengka. Pada acara kunjungan Pj Bupati Majenglengka H Dedi Supandi, ke Desa Naggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada rabu (24-1-2024 ).
Menurut nya , akan membantu para pengrajin di wilayah kecamatan Leuwimunding dan akan di bina melalui Disperdangin, baik itu permodalan, pembinaan, serta pemasaranya melalui kegiatan event lokal maupun tingkat Nasional.
“Agar hasil dari pengrajin itu dapat di bantu dalam pemasaranya, apakah itu berupa cinderamata bagi pengunjung atau ikut serta dalam pameran tingkat lokal maupun Nasional,” jelas Pj Bupati Majalengka.
Pj Bupati Majalengka, mengapresiasi hasil karya putra Kecamatan Leuwimunding yaitu penrajin kulit menurutnya ” ini keren dan bagus sekali, tapi saya belum tahu beberapa inovasinya apa saja yang di hasilkan dari hasil produksinya, apakah jenis jaket dan tas saja atau ada hal lainnya, karena saya belum melihat keseluruhan hasil produksinya, begitu pun dengan kendalanya seperti apa, dan nanti kita akan arahkan untuk kerja sama dengan pengrajin kulit di antar kabupaten lain, tegasnya.
Saat di temui di kediamannya, Ade Dumek yang merupakan pengrajin kulit, home industri yang beralamat di Desa Lame blok rabu Rt 03/01, kecamatan Leuwimunding kabupaten Majalengka Jawa Barat, yang terus menekuni ketrampilan nya di bidang kerajinan kulit.
Dari hasil kerajinannya Ade mampu memproduksi berbagai jenis barang yang berbahan dasar dari kulit sapi orginal seperti, Rompi kulit bikers, Topi Lakent, tas wanita slimbag, tas Hp, Dompet, Gesper, tempat korek gas, dan jenis souvenir. yang terbuat dari kulit sapi orginal.
Dalam memproduksi hasil karya tangan trampil, Ade Dumek di bantu keluarganya, yang masih menggunakan dengan peralatan seadanya atau masih secara manual, karena belum memiliki alat standar yang memadai.

Dalam mejalankan kegiatanya Ade sangat eksis, akan tetapi pengrajin kulit ini belum mendapatkan binaan atau sentuhan dari Dinas terkait.
Menurut Ade selaku pengrajin kulit mengatakan dalam memproduksi kerajinannya saya di bantu sama keluarga, dengan menggunakan peralatan manual karena keterbatasan biaya, masalah bahan baku alhamdulillah masih bisa di tangani, hasil karya saya selama ini saya memasarkanya masih dor to dor antar pasar dan di bandrol dari harga 7000 – 1,5 jt, untuk itu saya dengan sangat pada pihak terkait agar dapat memberi pembinaan agar putra Majalengka ini dapat bersaing dalam pemasaran maupun kualitas produksinya.
Ade berharap dukungan dan perhatian dari jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka maupun Dinas terkait, agar dapat memberi terobosan peralatan yang di butuhkan dan memadai, harap Ade .
( Didin.f )







