MabesNews.com – Batam – Suasana penuh haru dan kekeluargaan terasa di kediaman H. Basso Rifa’i di Perumahan Putri Hijau, Kecamatan Sri Beduk, Kota Batam, pada Rabu, 21 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Sejumlah tokoh masyarakat, muballigh, serta pengurus Perkumpulan Muballigh Batam dan beberapa petinggi PMN Kecamatan Sei Beduk hadir dalam rangka ta’ziah atas wafatnya ibunda tercinta H. Basso Rifa’i yang telah berpulang ke rahmatullah.
Kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Para jamaah yang hadir tampak duduk bersama dalam suasana tenang dan penuh penghormatan kepada keluarga almarhumah. Tradisi ta’ziah tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus penguat silaturahmi antar sesama masyarakat dan tokoh agama di wilayah Sei Beduk.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan doa arwah yang dipimpin oleh Ustadz Sulaeman. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan bersama membuat suasana rumah duka semakin khidmat. Doa-doa dipanjatkan agar almarhumah mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian kehilangan.
Di sela-sela kegiatan, tampak suasana perbincangan hangat antara para muballigh dan tokoh masyarakat yang hadir. Dr. Nursalim, M.Pd selaku Humas Perkumpulan Muballigh Batam juga terlihat berbincang santai bersama para jamaah sebelum dan sesudah pembacaan Surah Yasin serta doa arwah. Perbincangan tersebut lebih banyak membahas tentang kehidupan, pentingnya menjaga silaturahmi, serta menguatkan hati keluarga yang sedang berduka.
Dalam percakapan yang berlangsung penuh keakraban itu, disampaikan bahwa setiap manusia memiliki perjuangan hidup masing-masing yang tidak dapat disamakan dengan orang lain. Kehidupan disebut sebagai perjalanan panjang yang dipenuhi harapan, ujian, dan doa-doa yang pada waktunya akan mendapatkan jawaban terbaik dari Allah SWT.
Para tokoh yang hadir juga mengingatkan pentingnya menjalani hidup dengan tenang tanpa harus membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Menurut mereka, setiap langkah manusia memiliki tujuan dan setiap takdir membawa hikmah tersendiri. Karena itu, manusia diminta untuk terus berjalan di jalannya masing-masing dengan penuh kesabaran dan rasa syukur.
Kehadiran beberapa petinggi PMN Kecamatan Sei Beduk dalam kegiatan tersebut semakin memperlihatkan eratnya hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ta’ziah bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi ruang mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin sibuk.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan itu menunjukkan bahwa nilai gotong royong, silaturahmi, dan empati masih terjaga kuat di tengah masyarakat Batam, khususnya di Kecamatan Sei Beduk. Melalui kegiatan sederhana seperti ta’ziah, masyarakat diajak untuk kembali mengingat bahwa hidup pada akhirnya adalah tentang saling menguatkan, saling mendoakan, dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia.
(Nursalim Turatea).







