Pengaspalan Jalan Sorong – Klamono di Tengah Hujan Picu Kecurigaan: Kontraktor Diduga Abaikan SOP  

Pemerintah356 views

MabesNews.com, Sorong, Papua Barat Daya – Proyek pengaspalan di Km 17 Jalan Sorong – Klamono, menjadi sorotan publik setelah diduga dilaksanakan saat hujan deras. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas kontraktor pelaksana dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). (1/12/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat badan jalan yang masih tergenang air tetap diaspal. Pekerja proyek tampak berupaya mengeringkan genangan air dengan peralatan seadanya, seperti sekop dan mesin angin. Metode ini dinilai jauh dari standar teknis yang seharusnya diterapkan dalam konstruksi jalan.

Menurut seorang warga yang berprofesi sebagai petugas keamanan di salah satu universitas di Sorong, pemaksaan pengaspalan saat hujan sangat disayangkan. “Hujan deras kok malah diaspal. Ini aneh. Pasti kualitasnya jelek, dan kami sebagai warga yang setiap hari lewat sini yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

 

Praktik pengaspalan dalam kondisi basah melanggar prinsip dasar konstruksi jalan beraspal. Keadaan ini dapat menghambat pelekatan aspal pada agregat, yang berpotensi menyebabkan jalan cepat rusak, retak, dan berlubang.

 

Hingga saat ini, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. Awak media yang mencoba meminta klarifikasi hanya mendapat jawaban bahwa para pekerja hanya menjalankan perintah atasan.

 

Beberapa pertanyaan penting muncul dari kejadian ini: Siapa kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek ini? Mengapa pekerjaan dipaksakan saat kondisi cuaca tidak mendukung? Apakah dinas teknis melakukan pengawasan yang memadai? Apakah ada target waktu yang dikejar sehingga kualitas pekerjaan diabaikan?

 

Jika benar terjadi pelanggaran SOP, hal ini tidak hanya berdampak pada kualitas jalan, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara. Perbaikan jalan yang cepat rusak akan membutuhkan anggaran tambahan dalam waktu dekat.

 

Masyarakat menuntut agar pemerintah daerah dan aparat pengawas proyek segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek ini. Pemeriksaan terhadap kontraktor pelaksana dan dokumen teknis proyek dianggap krusial untuk mengungkap kebenaran.

 

Warga berharap agar pembangunan infrastruktur dilakukan dengan serius dan bertanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan kualitas jangka panjang.

 

Writer : @rpp

News Feed