MabesNews.com, Ketapang – Memasuki bulan Desember 2025, fenomena tahunan banjir rob kembali melanda wilayah Kabupaten Ketapang, dengan dampak terparah dirasakan oleh warga di Desa Sukabangun Dalam.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada tanggal 6 Desember 2025, berikut adalah poin-poin penting mengenai kondisi terkini.
Bagi warga Desa Sukabangun Dalam, bulan November, Desember, hingga Januari adalah periode berat yang harus dihadapi setiap tahunnya. Pada tiga bulan ini, warga harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggal mereka menjadi langganan genangan air pasang laut.
Ratusan rumah warga terendam air. Air tidak hanya menggenangi halaman, tetapi masuk hingga ke lantai dalam rumah, mengganggu aktivitas domestik sehari-hari.
Akses jalanan aspal di desa tersebut tertutup total oleh air sungai yang meluap. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, terkadang mencapai lutut orang dewasa.
Banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan (mogok/rusak mesin) akibat memaksakan diri melintasi genangan banjir rob yang korosif.
Tantangan Penanggulangan Upaya meminimalisir banjir rob ini diakui sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan oleh faktor alam yang dominan, mengingat posisi geografis Desa Sukabangun Dalam yang berada sangat dekat dengan aliran sungai dan muara.
Harapan Warga Di tengah keterbatasan untuk melawan faktor alam ini, harapan terbesar masyarakat saat ini adalah keselamatan jiwa. Warga berharap tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat fenomena ini, khususnya bagi anak-anak yang belum memahami bahaya arus air atau lubang yang tertutup banjir.
Diimbau kepada seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa pasang air laut berlangsung. (DR)






