MASYARAKAT DESA HOHA WUNGO GERAM ATAS TINDAKAN YANG DI LAKUKAN OKNUM VENDOR(OM LENSTRA) PUNGLI SENILAI RP:700.000.00-1.200.000.00 BEBERAPA KK . UNTUK PERLUASAN JARINGAN LISTRIK PLN.

Pemerintah286 views

Mabesnews.com, Kepada media mabesnews com, hari tanggal 29 Desember 2025, Menemui kades di celah-celah santai nya,diri nya mengakui bahwa sudah bayar lunas kepada vendor(OM LENSTRA) pegawai PLN WAITABULA,yang di mana kades tidak tau nama CV nya,ada apa di balik ini..?

Saya tidak tau Vendor (OM LENSTRA)meminta uang kepada warga desa saya ungkap “kades” hoha wungo.bahkan saya sudah bayar lunas untuk pemasangan meteran listrik PLN,sebanyak 11 Yunit untuk warga,1 yunit untuk sumur bor (jelas)kades Hoha wungo.

Saya sangat-sangat kesalkan pada Vendor,bahwa saya menjadi amukan warga atas perbuatan oknum VENDOR,yang di mana kades tidak tau nama CV nya.

Media mabesnews com,meminta bukti pembayaran yang lunas,pada VENDOR (LENSTRA)kades Hoha wungo, menjanjikan media nanti saya kirim bukti pembayaran saya yang lunas jelas kades,berjalan nya waktu, kades Hoha wungo (Yohanis rehi Kaka)tidak tepati janji nya.media mabesnews com, menghubungi nomor telepon Kades Hoha wungo,tidak di angkat,bahkan mencoba cat di fia WhatsApp,juga tidak di kirim bukti pembayaran yang lunas.(Ada apa di balik ini?).

Kepala desa Hoha wungo (Yohanis rehi Kaka) akui adanya dari pihak pegawai PLN meminta uang pada warga desa Hoha wungo, untuk menambahkan perluasan jaringan listrik PLN, ungkap kades (hoha wungo).

Vendor (OM LENSTRA), di duga melanggar perintah UU yang berlaku, di mana seorang Pegawai PLN memeras warga desa Hoha wungo,,

Di mana Pegawai PLN menagih warga masyarakat desa,Rp:700,000-1.200,000.

Dari tanggal 5 Juni 2024 hingga Sampai saat ini 2025, kabel dan meteran belom ter’realisasi.sehingga saya sebagai kades Hoha wungo juga,sangat” kesalkan pada Vendor (LENSTRA)yang kades tidak tau nama CV nya.

Aksi seorang (Vendor)di luar nalar pemerintah daerah,bahkan sejumlah warga melaporkan kepada media mabesnews com, agar di beritakan, bahwa ia menagih beberapa KK, dengan jumlah uang yang cukup besar, hingga masyarakat menyebut Vendor kejam “jelas nya” sejumlah warga.

Padahal kami tau bahwa meteran gratis dari bantuan provinsi,maupun kabel listrik jelas nya.

Menarik nya seorang oknum Vendor,meminta jatah Reman kepada kami sebagai warga desa Hoha wungo. kami tergiur di iming-iming kan untuk mendapat perluasan kabel listrik maupun meteran,kami kumpul uang .”jelas nya”seorang warga yang menjadi korban.

Masyarakat desa hoha wungo siap memberitakan lewat media ini,dan kami siap adukan oknum vendor(OM LENSTRA) Di mana kami di peras di mintai uang,untuk dapat kabel listrik PLN,dan meteran,namun berjalan nya waktu sudah mau satu tahun,kabel dan meteran belom ter, realisasi,hingga kami sebagai warga, berpendapat,siap laporkan oknum VENDOR di Mapolres SBD,ujar beberapa warga,yang menjadi korban perasaan dari oknum tersebut.

Di mana perintah UU oknum VENDOR yang melakukan pungli kepada warga ,ia berhadapan dengan UU.

Kami Sebagai masyarakat desa hoha wungo,sepakat naikkan di berita lewat media mabesnews.com agar kami tau larikan di mana uang kami (jelas nya) sejumlah warga.

Oknum vendor sangat-sangat kejam memeras kami, perbuatan seorang Vendor,tidak di benarkan perintah UU.

Setalah sudah di beritakan perbuatan seorang oknum vendor,kami berharap kepada media mabesnews com,kawal kami untuk laporkan

Vendor di Mapolres SBD.

 

(Dominggus & Tim)