Mabesnews.com, kecamatan kodi, kabupaten Sumba Barat daya “SBD” nusa tenggara barat “NTT” Jumat 10 April 2026,warga masyarakat desa Ate Dalo, mengeluhkan mengenai satu meteran listrik yang di keroyok enam belas (16) KK mengenai kasus ini adalah masalah serius untuk kebutuhan bagi warga desa”Ate Dalo” dusun 1 Rannu, ini merupakan masalah serius terkait insfratruktur dan akses energi, ini sering terjadi di setiap daerah, lebih khususnya di dusun 1 Rannu sangat-sangat miris satu Yunit meteran digunakan 16 KK.
Penggunaan satu Yunit meteran listrik PLN, digunakan 16 KK (di keroyok) menyebabkan beban daya yang berlebihan, sehingga ini adalah menjadi atensi bagi pemerintah kabupaten Sumba Barat daya, Nusa tenggara Timur, sehingga tagihan yang membengkak karena tarif progresif di duga berlebihan sehingga sering terjadi “jepret” otomatis mati ” atau meteran sering kembali (on’of nya) ucap sejumlah warga desa ate dalo dusun 1 Rannu (Lukas, Dominggus, paulus, Melki, Okta, Marten).saat media mabesnews com menemui di saat-saat santai nya mereka .
Ada banyak desa di Sumba Barat daya, yang mengalami kekurangan meteran gratis di setiap desa, sehingga dilaporkan didinas terkait langsung di execusi oleh desa didanai dari dana desa, hal ini menunjukkan adanya upaya penanganan yang serius dari pemerintah terkait agar melihat kekurangan meteran didesa Ate Dalo, dusun 1 Rannu, dari tahun 2021-2026 Masi dikeroyok 16 rumah tangga (KK) hal ini menjadi atensi pemerintah kabupaten SBD. Ucap salah satu warga desa ate dalo (MELKIANUS).
Hal tersebut merupakan kebutuhan utama setiap warga desa, hingga ada penanganan yang serius dari pemerintah desa untuk mengatasi masalah kekurangan meteran di desa Ate Dalo dusun 1 Rannu. PLN terus berupaya untuk meningkatkan penambahan meteran listrik PLN disetiap desa, dan disarankan pemasangan meteran secara resmi untuk setiap rumah tangga, agar penggunaan lebih aman dan sesuai tarif yang berlaku disetiap meteran.
Warga masyarakat desa Ate Dalo adanya keluhan terkait kekurangan meteran tersebut menjadi atensi pemerintah desa serta pemerintah kabupaten Sumba Barat daya, saling mensuport hingga apa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat boleh terealisasi kan.
TIM LAPANGAN.
DOMINGGUS.




