MabesNews.com, Tangerang Selatan – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kejayaan Mahasiswa Nusantara (KMN) bersama mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), termasuk mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksanakan kegiatan ziarah dan kunjungan edukatif ke makam Dr. Mohammad Hatta (Bung Hatta), Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenang jasa dan perjuangan Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa mendapatkan penjelasan dari penjaga makam mengenai sejarah perjuangan Bung Hatta. Para peserta diajak memahami perjalanan hidup salah satu tokoh bangsa yang memiliki peran besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Sejak usia muda, ia aktif dalam dunia pendidikan dan organisasi. Saat melanjutkan studi di Belanda, Bung Hatta bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, sebuah organisasi yang menjadi wadah perjuangan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Melalui organisasi tersebut, ia aktif menyuarakan cita-cita kemerdekaan Indonesia kepada dunia internasional.
Karena aktivitas politiknya yang menentang penjajahan, Bung Hatta beberapa kali mendapat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat perjuangannya. Bersama Ir. Soekarno dan para pejuang lainnya, Bung Hatta terus memperjuangkan kemerdekaan hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Setelah kemerdekaan, Bung Hatta dipercaya menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, jujur, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta juga mendapat julukan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Ia meyakini bahwa koperasi merupakan sistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui prinsip kerja sama dan gotong royong. Pemikirannya menjadi fondasi penting bagi perkembangan koperasi di Indonesia hingga saat ini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai nilai perjuangan yang diwariskan Bung Hatta, seperti pentingnya pendidikan, tanggung jawab, kejujuran, serta keberanian menyampaikan kebenaran demi kepentingan bangsa dan negara.
Kunjungan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari sejarah perjuangan para pendiri bangsa. Para peserta berharap nilai-nilai yang diwariskan Bung Hatta dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendiri negara melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.
Martinus Kondo, wartawan MabesNews.com yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa ziarah dan edukasi sejarah memiliki nilai positif yang sangat penting bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan.
Menurutnya, Bung Hatta bukan hanya dikenang sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga sebagai teladan dalam hal kejujuran, kesederhanaan, dan integritas. Nilai-nilai tersebut dinilai masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

“Kegiatan yang dilakukan oleh Kejayaan Mahasiswa Nusantara bersama mahasiswa Universitas Pamulang menunjukkan bahwa semangat belajar dari sejarah masih hidup di kalangan generasi muda. Dengan mengenal langsung perjuangan para pendiri bangsa, diharapkan tumbuh kesadaran untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dijadikan pelajaran agar generasi muda mampu melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Tim Lapangan: Martinus Kondo









