MABES NEWS, COM LUWU– Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang terjadi di Desa Taba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, dikeluhkan oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Kepala Desa Taba menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan gas elpiji 3 kilogram masih sangat sulit diperoleh. Menurutnya, meskipun masyarakat telah berupaya mencari ke berbagai pangkalan maupun pengecer, ketersediaan gas tetap sangat terbatas.
“Kami berharap agar kebutuhan gas elpiji 3 kilogram untuk masyarakat Desa Taba segera terpenuhi. Saat ini warga sangat kesulitan mendapatkan gas, sehingga banyak yang kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa berapa pun jumlah gas yang masuk ke wilayah tersebut, masyarakat tetap mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji subsidi. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar distribusi gas dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pemerintah Desa Taba berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta pihak distributor dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji subsidi dapat terpenuhi dan aktivitas rumah tangga warga tidak lagi terganggu.
Reporter: MABES NEWS (Ramli Rifal)
Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan







