Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Desa Anrang Tanam Pisang sebagai Tanda Kecaman Terhadap Pemerintah

Pemerintah1,355 views

MabesNews.com.Bulukumba – Gubernur Sulawesi Selatan baru-baru ini meluncurkan program budidaya pisang dengan tujuan meningkatkan produksi dan pendapatan petani di wilayah tersebut. Namun, di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, warga memilih untuk menanam pisang di jalan yang rusak sebagai bentuk protes terhadap ketidakpedulian pemerintah. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 3 April 2024.

Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap penolakan usulan perencanaan jalan poros Bontomanai-Kindang untuk pekerjaan tahun 2024. Meskipun program gubernur hanya fokus pada budidaya pisang di kebun, warga menggunakan penanaman pisang di jalan sebagai simbol ketidakpedulian pemerintah terhadap kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun. Selain menanam pisang, warga juga melakukan kegiatan memancing di jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Ilham, seorang warga Desa Anrang, menjelaskan bahwa penanaman pisang di jalan tersebut merupakan gambaran nyata dari ketidakpedulian pemerintah terhadap jalan yang rusak. Menurutnya, jalan tersebut telah menjadi seperti kebun yang tidak pernah mendapatkan perbaikan selama puluhan tahun.

“Jika jalan rusak dan berlubang, sebaiknya ditanami pisang karena tidak layak untuk dilalui kendaraan, terutama mobil pejabat yang menentukan kebijakan,” ujar Ilham.

Warga berharap bahwa tindakan ini dapat memperoleh perhatian pemerintah dan mendorong segera dilakukannya perbaikan jalan yang telah lama rusak sebelum pohon pisang tumbuh subur.