Insiden Penganiayaan di SD 100 Center Kajang, Asdar Sakka Minta Oknum Guru Dipecat

Lainnya621 views

 

MabesNews.com.Bulukumba, Sebuah insiden penganiayaan terjadi di SD 100 Center Kajang, yang melibatkan seorang guru yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang murid, RH (12) kelas 6.

Irwan (34) ayah dari murid yang menjadi korban, telah memberikan keterangan terkait insiden ini. Ia meminta agar pelaku segera dipecat dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Irwan juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika pelaku tidak dipecat, insiden serupa dapat terulang dan siswa lain di sekolah tersebut akan merasa trauma.

Sementara itu Asdar Sakka aktivis Bulukumba menanggapi kasus ini dengan keprihatinan.

Dia berharap agar kasus ini ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak berwenang. Masyarakat berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh seorang guru yang seharusnya menjadi pendidik tidak dapat dibiarkan begitu saja.

” Saya berharap agar pelaku mendapatkan sanksi yang berat agar tidak ada pendidik lain yang melakukan hal serupa di masa depan,” kata Asdar di Mapolres Bulukumba, Senin (20/11/2023).

Bahkan ia meminta perlunya tindakan tegas dan pembelajaran bagi Dinas Pendidikan Bulukumba.

“Kasus ini juga menyoroti pentingnya tindakan tegas dan pembelajaran bagi Dinas Pendidikan. Tindakan yang dilakukan oleh pelaku tidak mencerminkan seorang pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya,” tegas Asdar yang mendapangi keluarga korban.

Oleh karena itu, kata dia agar pelaku dipecat dan tidak diperbolehkan menjadi guru di sekolah manapun.

“Hal ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan dan memberikan efek jera kepada pendidik lain yang mungkin memiliki niat yang sama,” tagas Aktivis Buruh Bulukumba.

Ia menekankan, insiden penganiayaan yang terjadi di SD 100 Center Kajang telah menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Permintaan untuk segera memecat pelaku dan menindaklanjuti kasus ini dengan serius menjadi harapan kami.

“Pentingnya tindakan tegas dan pembelajaran bagi Dinas Pendidikan juga menjadi sorotan dalam kasus ini. Semoga kasus ini dapat memberikan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat,” tukasnya.