Mabesnews.com, Jakarta, 2 Mei 2026 — DPP GAKORPAN melalui pengacara senior David Sianipar, SH., MH., menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pernyataannya, turut disebutkan sejumlah tokoh, di antaranya Rev. Marcel Gerungan, SH., MH., Prof. Dr. W. Silitonga (dosen dan mantan prajurit TNI AD), serta Nelly Pardede (86 tahun), pendiri SOKSI Gaya Sadari dan aktivis anti-rasuah dari PPWI dan GAKORPAN.
Nelly Pardede, yang juga merupakan warga eks perkebunan Sampali, Deli Serdang, Sumatera Utara, diketahui datang ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Ia melakukan aksi di kantor ATR/BPN di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.
Dalam aksinya, ia menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
-
Penolakan terhadap narkoba, korupsi, terorisme, radikalisme, dan intoleransi
-
Penolakan terhadap dekadensi moral seperti pornografi, prostitusi, dan penyakit masyarakat
-
Permohonan pengukuran ulang tanah garapan (land reform) yang berasal dari era kolonial
Selain itu, ia juga meminta keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto serta berharap dapat melakukan audiensi langsung untuk menyampaikan gagasan pembangunan rumah ibadah, rumah susun relawan, serta fasilitas bantuan hukum bagi masyarakat.
Dugaan Penggusuran dan Konflik Agraria
Di sisi lain, kondisi di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, disebut semakin memprihatinkan. Warga mengaku mengalami penggusuran paksa menggunakan alat berat yang melibatkan aparat dan Satpol PP.
DPP GAKORPAN menilai adanya dugaan:
-
Penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum pejabat daerah
-
Kolaborasi dengan pengusaha properti dan oligarki
-
Praktik mafia tanah terkait lahan seluas sekitar 4,8 hingga 52 hektare
Konflik ini disebut telah berlangsung puluhan tahun, berkaitan dengan perubahan status lahan eks HGU milik PTPN II yang kemudian dialihkan kepada pihak swasta, termasuk perusahaan besar seperti Agung Sedayu Group.
Pengembangan kawasan tersebut direncanakan menjadi wilayah metropolitan dengan berbagai fasilitas modern seperti hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis.
Kekhawatiran Hilangnya Identitas Lokal
GAKORPAN juga menyoroti potensi hilangnya identitas masyarakat lokal Melayu Deli Serdang akibat arus pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada warga asli.
Fenomena ini disebut sebagai dampak dari:
-
Globalisasi dan konglomerasi ekonomi
-
Ketimpangan sosial
-
Dugaan kriminalisasi terhadap aktivis masyarakat
Mereka mengingatkan agar Desa Sampali tidak menjadi “missing link” yang menghapus jejak sejarah dan budaya masyarakat setempat.
Seruan Keadilan
DPP GAKORPAN menyerukan agar:
-
Praktik mafia tanah diusut tuntas
-
Oknum yang terlibat diproses hukum
-
Hak-hak masyarakat dikembalikan
“Perjuangan ini adalah bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045: negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” demikian pernyataan mereka.
Tim Investigasi DPP GAKORPAN & LBH Pers
Reporter: Iks B. Pers












