Dengan campur tangan Tuhan dan ketulusan hati kedua pihak antara Agus Rangga Mone,vs Hermanus lere dara.

Pemerintah220 views

MabesNews.com, Kabupaten Sumba Barat daya, Nusa tenggara Timur, kecamatan kodi,18 Agustus 2026.

Dengan Campur Tangan Tuhan dan Ketulusan Hati, Kepala Desa Ate Dalo Berhasil Damaiakan Kasus Tanah yang Bertahun-tahun Menggantung

Air mata haru pecah di Dusun 1 Kampung Rannu, Desa Ate Dalo, hari ini. Setelah sekian lama menjadi luka bagi warga, konflik tanah antara Keluarga Besar Hermanus Lere Dara dengan Agus Rangga Mone akhirnya menemukan titik temu.

Di balik damai itu ada satu nama yang terus disebut warga dengan penuh rasa terima kasih: Petrus Pati Mone, S.Pd.Gr, Kepala Desa Ate Dalo.

“Terima kasih atas kerja kerasnya Bapak Kepala Desa,” ujar Dominggus, salah satu warga Desa Ate Dalo, dengan suara bergetar. “Beliau berjuang dari awal sampai akhir. Tidak pernah lelah mendengar, menengahi, dan mendoakan agar keluarga kami kembali bersaudara.”

Kasus tanah ini bukan perkara sehari dua hari. Perselisihan antara kedua keluarga besar itu sudah cukup lama menggantung, menimbulkan jarak, salah paham, bahkan retaknya silaturahmi.

Namun dengan kesabaran, pendekatan kekeluargaan, dan keyakinan bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar jika diselesaikan bersama, Petrus Pati Mone memilih untuk tidak menyerah. Pertemuan demi pertemuan, musyawarah hingga larut malam, semua dilakukan demi satu tujuan: mengembalikan kedamaian di kampung.

“Ini bukan hanya soal tanah. Ini soal hati. Soal kita bisa duduk makan bersama lagi sebagai satu keluarga besar di Ate Dalo,” ungkapnya saat menyampaikan hasil kesepakatan damai di hadapan warga.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran Martinus Rehi Katoda, Kepala Dusun Ate Dalo Dusun 1 Rannu. Ia yang setia membackup proses mediasi dari lapangan, menjembatani komunikasi, dan menjaga agar proses tetap berjalan dingin dan bermartabat.

“Terima kasih juga kepada Pak Kadus Martinus. Tanpa bantuan beliau di lapangan, mungkin kami belum sampai di titik ini,” tambah Dominggus.

Hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, kedua belah pihak akhirnya berjabat tangan. Tidak ada lagi pagar yang memisahkan, tidak ada lagi kata yang menyakitkan. Yang ada hanya doa syukur dan harapan agar Desa Ate Dalo kembali seperti dulu: rukun, guyub, dan saling menjaga.

Di tengah hiruk pikuk dunia yang sering melupakan nilai kekeluargaan, kisah di Dusun 1 Kampung Rannu ini menjadi pengingat. Bahwa kepemimpinan sejati adalah yang mau turun, mendengar, dan berjuang sampai tetes terakhir demi rakyatnya.

Dengan Tuhan, semua luka bisa dipulihkan.

 

Penulis: Dominggus