Dari Bos PU ke Pemulung, Keluarga Wa Mayang Bertahan di Tengah Sakit dan Kemiskinan

Peristiwa34 views

Mabesnews.com, Majalengka – Nasib hidup bisa berputar cepat. Madsuhi alias Wa Mayang, warga desa Sukaraja Wetan kecamatan Jatiwangi kabupaten Majalengka, kini harus berjuang keras menghidupi keluarganya. Dahulu ia pernah menjadi bos pungutan PU jalan. Ekonomi keluarga lancar. Kini, setelah berhenti, hidupnya berubah drastis.

Sudah tiga tahun Wa Mayang menderita sakit lambung komplikasi. Kondisinya membuat ia tidak bisa bekerja berat. Uang simpanan hasil kerja dulu sebagai bos PU sudah habis untuk biaya berobat dan kebutuhan makan sehari-hari.

Untuk bertahan hidup, istrinya Yohana banting setir jadi pemulung rongsokan. Setiap hari ia keliling mencari barang bekas yang bisa dijual. Penghasilannya tidak seberapa, hanya cukup untuk bertahan.

 

Ironisnya, mereka pernah mengalami masa sulit hingga tiga hari tidak makan nasi.

“Kami malu minta-minta ke tetangga, jadi kami bertahan sampai ngalamin tidak makan selama tiga hari” ujar Yohana dengan mata berkaca-kaca.

 

Kisah Wa Mayang dan Yohana menjadi gambaran nyata bagaimana sakit dan hilangnya sumber penghasilan bisa menjerat keluarga ke jurang kemiskinan. Padahal dulu mereka pernah hidup berkecukupan.

 

Saat ini keluarga tersebut berharap ada uluran tangan dan perhatian dari pemerintah desa, Baznas, dinas sosial, atau dermawan yang bisa membantu biaya pengobatan Wa Mayang dan kebutuhan pokok sehari-hari.

 

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial sangat dibutuhkan. Terkadang yang kita anggap “orang kuat” kemarin, hari ini justru paling butuh dibantu.

Belum ada keterangan resmi dari pihak pihak terkait Pemdes Sukaraja Wetan, Camat Jatiwangi, Pemda Majalengka.

Awak media yang tergabung dalam organisasi PPWI membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait atau kuasa hukumnya sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.(hombing)