MabesNews.com, Arafah – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Tenda Nomor 6 Kloter 1 Batam saat jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah wukuf di Padang Arafah. Tangis jamaah pecah ketika doa dipanjatkan usai khutbah wukuf, menciptakan momen spiritual yang begitu mendalam dan menyentuh hati.
Wukuf yang merupakan puncak ibadah haji diawali dengan pelaksanaan khutbah wukuf yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Majid selaku khatib. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Padang Arafah sebagai tempat terbaik melakukan muhasabah diri, memperbanyak istighfar, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Beliau menegaskan bahwa Arafah bukan sekadar tempat berkumpulnya jutaan manusia, tetapi medan penghambaan yang menghadirkan kesadaran akan dosa, kelemahan, dan kebutuhan manusia kepada rahmat Allah SWT. Jamaah juga diajak memperkuat keikhlasan dan memperbarui niat agar sepulang dari tanah suci mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.
“Wukuf bukan hanya hadir secara fisik di Arafah, tetapi menghadirkan hati sepenuhnya di hadapan Allah SWT,” pesan beliau dalam khutbahnya yang membuat banyak jamaah menundukkan kepala sambil menahan air mata.
Usai khutbah, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan salat Zuhur dan Asar secara jama’ qashar yang diimami oleh Ustadz Hariyun Sagita. Dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, imam memimpin salat berjamaah dalam suasana yang sangat khusyuk.
Setelah salat, doa bersama dipimpin oleh Ustadz Hariyun Sagita. Saat doa dipanjatkan, suasana tenda berubah menjadi lautan air mata. Banyak jamaah tampak menangis tersedu-sedu, mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi, memohon ampunan, kesehatan, keselamatan keluarga, keberkahan hidup, dan harapan menjadi haji yang mabrur.
Penanggung jawab Tenda 6, Amir Hamzah dan Amirudin, turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman dan tenang.
Momen wukuf di Padang Arafah tersebut menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan terlupakan bagi jamaah Kloter 1 Batam. Di tengah teriknya padang pasir, jamaah larut dalam doa dan penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, seraya berharap Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka.
Suasana haru itu sekaligus mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarjamaah selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.(Nursalim Turatea).









