KETUM PANITIA PELAKSANA WSL NIAS PRO KERAP PERHATIKAN PESELANCAR

Pemerintah368 views

MabesNews.com, Nias Selatan-Ketua Umum Panitia Pelaksana WSL Nias Pro 2024 Firman Giawa,SH.,MH., kerap memperhatikan kehendak dari peselancar internasional guna keberlanjutan event ini. “Para peselancar itu meminta agar wilayah pantai dan sekitarnya tidak dirusak, karena sangat alami ,jadi lebih disukai.”

Lingkungan pun terus dijaga kelestariannya sementara untuk pembangunan disesuaikan kondisi. “Para peselancar itu tidak mau ribut-ribut, mau nyaman, dan ingin masalah kebersihan selalu terjaga.” Oleh karena itu, kata Firman, untuk event kali ini,dilibatkan tenaga kebersihan sebanyak 20 orang tiap shift yang dibagi-bagi. Sementara pemerintah daerah juga tidak henti-hentinya mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan.

Beliau mengatakan, para peselancar internasional itu senang di Sorake karena ombaknya yang tinggi “Mereka mengalami ombak kanan di sini, biasanya di wilayah lain mereka mengalami ombak kiri, ini yang menantang. Sorake the best,” kata Firman, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Nias Selatan itu.

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan yang menelan biaya Rp 5 Miliar dari pemda ini Rp 4 miliar diserahkan kepada WSL sebagai penyelenggara internasional dan event organizer lokal Rp 1 miliar untuk menampilkan ragam acara budaya, kita ke depannya merencanakan agar terus dilaksanakan pada bulan Juni, mengingat kebiasaan ombak yang tinggi terdapat pada bulan Juni saja.

Firman Giawa berharap, kegiatan even internasional yang telah rutin dilaksanakan itu mendapat perhatian lebih dari pemerintah provinsi dan pusat. “Pantai Sorake bukan hanya nasional tapi internasional. Ini wajahnya Indonesia untuk surfing. Sorake number one.”ujarnya.

Disamping itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan Ir.Ikhtiar Duha,MM., berharap kegiatan taraf internasional tersebut dapat diambil alih dari sisi budget oleh pemerintah pusat maupun provinsi. Bukan tanpa sebab, nyatanya, pembiayaan kegiatan membutuhkan anggaran yang besar. “Dari sisi budget harus diambil alih karena ini ajang internasional yang menunjukkan wajah Indonesia.” harap Sekda. (TL)