MabesNews.com, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur – Pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Ana Engge, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, hingga kini belum dapat difungsikan. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (27/07/2026), bangunan Polindes tampak belum selesai dikerjakan. Bangunan baru berdiri hingga setengah tembok dan belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung sehingga belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut karena hingga pertengahan tahun 2026 belum ada penyelesaian pembangunan.
> “Kami sangat kecewa. Awalnya kami berharap ada tempat bersalin yang dekat dengan rumah. Namun sampai sekarang bangunannya mangkrak, temboknya belum selesai dan rumput di sekitarnya sudah tinggi,” ujar salah seorang warga Desa Ana Engge.
Polindes merupakan fasilitas kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak serta membantu menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah pedesaan. Namun, karena bangunan tersebut belum dapat digunakan, warga masih harus menempuh perjalanan ke Puskesmas Kodi yang berjarak belasan kilometer untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Tokoh masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya segera mengevaluasi proyek tersebut dan menuntaskan pembangunannya agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
> “Kami tidak membutuhkan gedung yang mewah. Yang kami perlukan adalah fasilitas yang bisa digunakan, ada bidan, obat-obatan, serta penerangan. Jangan sampai dana APBD Tahun 2025 sudah digunakan, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dalam naskah ini disebutkan bahwa proyek tersebut dikerjakan pada masa kepemimpinan Penjabat Kepala Desa saat itu, Dominggus Kaley, A.Md.Kep. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab belum rampungnya pembangunan maupun status penggunaan anggarannya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya juga belum memberikan penjelasan mengenai jadwal penyelesaian pembangunan maupun rencana penyediaan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan agar Polindes tersebut dapat segera beroperasi.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar bangunan yang telah didirikan tidak terbengkalai. Apabila dibiarkan, selain berpotensi mengurangi manfaat penggunaan anggaran daerah, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada terbatasnya akses pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Desa Ana Engge.
Penulis: Dominggus





