*Warga Minahasa Sulut Paimpulun Ne Tonsea Sukses Gelar Perayaan Nataru Sederhana Tapi Bermakna, di PTIK Jakarta*
Jakarta –
Mabesnews.com –
Salah satu komunitas daerah Sulawesi Utara (Sulut) di Jakarta, Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) hari ini menggelar ibadah Natal yang dirangkaikan dengan perayaan Tahun Baru (Nataru), Sabtu (24/1/26), di Gedung Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan Nataru tahun ini, pihak panitia PNT berencana akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional asal Sulut. Beberapa di antaranya Gubernur Sulut Yulius Selvanus, mantan Gubernur Sulut yang juga juga seorang politisi Olly Dondokambey, pensiunan militer Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, serta empat bupati dan walikota di Sulut.
Selain itu akan hadir juga Irjen Pol Winston Tommy Watuliu, Marsda TNI Jorry S. Koloay, Marsma TNI Aldrin P. Mongan, dan Mayjen TNI Zacharias Dondokambey, serta tokoh-tokoh lainnya seperti Erwin Perly Rotinsulu, Linda Lubis Sundah, dan Jeanette Gandatresna.
Menurut Ketua Panitia Noldy Sumakto, perayaan Nataru kali ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh organisasi ‘antar-watasi’ serta pelestarian budaya Tonsea di perantauan.
Dalam wawancara dengan awak media Ketupan Noldy Sumakto ; “Demi untuk memantapkan langkah dan semangat kemandirian PNT, perlu adanya kerjasama semua pihak terkhusus warna Tonsea, Sulawesi Utara, Minahasa.
Dengan prinsip ‘Dari, Oleh, dan Untuk Tonsea,” tutur Noldy, putra asal Wanua Treman, Kauditan, Minahasa Utara.” Jelasnya.
Dalam hal ini panitia berkomitmen akan menyelenggarakan kegiatan dengan mengangkat nilai-nilai budaya Tonsea. “Namun, giat ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai sarana penguatan organisasi dan budaya. Kami berupaya menampilkan acara yang menjadi cermin kekuatan gotong royong warga Tonsea,” jelasnya.
Noldy juga menambahkan dalam pelaksanaan giat ini panitia mengacu pada arahan Ketua Umum PNT, Brigjen Pol.Christ R.Pusung, agar mengadopsi filosofi ‘Minawerot’. Sebutan kata Minawerot ini, menjelaskan bangunan rumah-rumah di kampung di ‘Tanah Tonsea’ yang berdekatan. “Semangat kedekatan ini harus dirasakan oleh seluruh warga mulai dari wanua (desa-red), Tumaluntung, Paslaten, Lembean, Kaasar, Karegesan, Kaima, Treman, Kawiley, Kauditan, hingga ke Tontalete,” ujar Noldy.
Dengan hadirnya para tokoh nasional dan pejabat daerah dalam acara ini, diharapkan akan menjadi wadah pertemuan agung (Mangatas) bagi warga Tonsea.
Kami himbau bagi warga Tonsea yang akan menghadiri acara ini, agar datang lebih awal. Diinformasikan acara akan dimulai pada pukul 18.00 WIB. “Kami mengantisipasi kemacetan, mengingat lokasi acara berada di kawasan strategis gedung Mutiara STIK-PTIK yang cenderung padat pada akhir pekan,” tutup Noldy.
Jurnalis Ryo .















