MabesNews.com, Makkah — Kehangatan suasana kekeluargaan dan semangat ukhuwah Islamiyah begitu terasa dalam pertemuan antara jamaah haji asal Kota Batam yang tergabung dalam Kloter 25 bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kota Makkah, Arab Saudi. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu dihadiri oleh para petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, serta jamaah haji asal Batam yang saat ini sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat koordinasi dan kesiapan jamaah dalam menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, para jamaah tampak antusias mengikuti arahan dan motivasi yang disampaikan. Ketua Kloter menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, serta kekompakan seluruh jamaah dalam menjaga kebersamaan selama menjalani proses ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, fase Armuzna memerlukan perhatian khusus karena seluruh jamaah akan bergerak dalam jumlah besar dengan kondisi cuaca yang cukup panas dan aktivitas ibadah yang padat. Oleh sebab itu, jamaah diimbau agar tetap menjaga kesehatan, mengatur pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta selalu mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan jamaah haji asal Batam di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan semangat kebersamaan.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga persatuan, saling membantu antar sesama jamaah, serta memperlihatkan sikap disiplin dan tertib selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah. Menurutnya, nilai utama dari ibadah haji tidak hanya terletak pada kesempurnaan ritual, tetapi juga pada kemampuan jamaah dalam menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Momentum ibadah haji adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Saya berharap seluruh jamaah asal Batam dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, sehat, dan penuh kekhusyukan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi penyemangat tersendiri bagi jamaah, terutama menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang merupakan inti dari ibadah haji. Kehadiran pimpinan daerah di tengah jamaah dinilai memberikan dukungan moral dan motivasi sehingga jamaah semakin optimis menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
Di akhir kegiatan, suasana penuh haru dan kebersamaan tampak mewarnai pertemuan tersebut. Para jamaah berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Dengan semangat persaudaraan dan kekompakan yang terus terjaga, jamaah haji asal Batam diharapkan mampu menjalani puncak Armuzna dengan baik dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh. (Nursalim Turatea).













