Umar A Pandrah Pahlawanku Syuhada 

Lainnya52 views

Umar A Pandrah

Pahlawanku Syuhada

Langkahku pelan di tanah leluhur

menyapa nisan tak bertanya siapa

di sini tidur ditanah leluhur Iskandar Muda

yang menukar dunia cinta pada-Nya.

Rumput berbisik angin membawa salam

katanya: “kami hidup, meski jasad terpendam”

tak ada tangis hanya takbir yang dalam

mengalir dari lidah bumi ke langit yang kelam.

Kubasuh batu dengan air mata dan doa,

ku eja nama tak lekang oleh masa.

wahai syuhada, ajarkan kami setia pejuang

pada jalan lurus meski duri meraja.

Kami ziarah bukan sekadar lewat

tapi menagih janji pada diri yang sesat.

agar langkah tak lagi memberat,

menuju negeri yang engkau rebut dengan syahadat

Anak cucu mu jadi saksi

di sini iman tak mati ia bersemi

dan setiap Fatihah yang kami baca kini

Adalah bunga yang kalian tanam di taman syurga.

 

Cot Batee Geulungku Medio Mei 2026