Sompo Indonesia Peduli Sumatera Melalui Berbagai Program Penanggulangan Bencana Alam

Mabesnews-.com-Jakarta-PT Sompo Insurance Indonesia (“Sompo Indonesia”) menegaskan komitmennya mendukung penanggulangan bencana alam di Sumatera.

Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibilty (CSR) yang menitikberatkan pada pilar lingkungan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi, Sompo Indonesia menerapkan berbagai program termasuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti organisasi kemanusiaan non-pemerintah, komunikasi lokal, pemerintah daerah, mitra bisnis dan lain-lain.

“Hal ini dilakukan guna memastikan setiap program tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Humas PT.Sompo Indonesia Agung dalam siaran pers diterima media ini di Medan, Selasa 16/6/2026

Berlandaskan pada komitmen jangka panjang dan sustainable, Sompo Indonesia senantiasa mendukung inisiatif perlindungan, pemberdayaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat terdampak bencana, sehingga mereka dapat bangkit kembali dan menatap masa depan dengan lebih baik.

Partisipasi Sompo Indonesia melalui berbagai aksi kemanusiaan, antara lain bersama-sama dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), fokus pada penyaluran bantuan darurat serta dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana alam Sumatera.

Sompo Peduli Sumatera terlihat dari bantuan pasca bencana yang mencakup penyediaan air bersih, dukungan sanitasi, distribusi paket kebersihan, serta pemulihan akses terhadap kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. Hal ini dilakukan bersama dengan salah satu organisasi internasional non-pemerintah.

Selain itu, perhatian Sompo Indonesia juga terlihat dari upaya pemulihan emosional (mental health) kepada sejumlah anak-anak di Tamiang, Aceh, pasca bencana banjir, serta bantuan paket kesehatan (health kit) serta alat-alat sholat pada sejumlah penduduk setempat.

Terlepas dari peran aktifnya yang juga mendapatkan apresiasi, Sompo Indonesia terus menekankan bahwa upaya kemanusiaan bukan hanya kegiatan satu kali, melainkan membutuhkan langkah nyata serta komitmen jangka panjang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (“BNPB”) per akhir Desember 2025, bencana alam di Sumatera Utara telah mengakibatkan kerusakan pada lebih dari 365 fasilitas, 60 orang dilaporkan hilang, 13.770 jiwa mengungsi, serta kerusakan pada 18.960 rumah.

Tapanuli Tengah tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak, dengan jumlah korban jiwa yang tinggi serta kerusakan pada fasilitas umum. Situasi ini meningkatkan risiko kesehatan lingkungan dan semakin memperbesar kerentanan masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, perempuan, dan lansia.( tiar)