MabesNews.com, BATAM – Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Polresta Barelang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, para muballigh, serta para dai yang tergabung dalam program Dai Kamtibmas di Kota Batam. Momentum Ramadhan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi hidangan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat sinergi antara tokoh agama dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh berbagai tokoh muballigh dan dai dari berbagai wilayah di Batam. Kehadiran para dai tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat peran dakwah yang menyejukkan sekaligus mendukung terciptanya stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, para peserta yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun komunikasi yang lebih intens antara ulama, muballigh, dan aparat keamanan. Kebersamaan ini dipandang penting sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang damai, religius, dan berkeadaban.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan peran Dai Kamtibmas di wilayah Kepulauan Riau. Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah pembuatan kalender Dai Kamtibmas yang rencananya akan disebarkan secara luas ke berbagai institusi kepolisian di wilayah Kepulauan Riau.
Budi Dermawan dari Kementerian Agama Kota Batam menjelaskan bahwa tim sedang menyusun desain kalender yang akan memuat sejumlah dokumentasi kegiatan serta pesan-pesan moral yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Desain halaman pertama direncanakan menampilkan foto Kapolda Kepulauan Riau bersama Wakapolda serta dokumentasi kebersamaan para dai saat pengukuhan Dai Kamtibmas.
Sementara itu, halaman-halaman berikutnya sedang dalam tahap perancangan konsep. Kalender tersebut tidak hanya memuat dokumentasi kegiatan, tetapi juga akan dilengkapi dengan kata-kata bijak yang berisi pesan moral dan ajakan untuk menjaga keamanan, persatuan, serta ketenteraman masyarakat.
Kalender ini nantinya akan disebarkan ke lingkungan Polda Kepulauan Riau, seluruh Polres di wilayah Kepri, hingga Polsek di berbagai daerah. Selain itu, para Dai Kamtibmas juga akan menerima kalender tersebut sebagai bagian dari media dakwah yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan.
Menariknya, dalam diskusi yang berlangsung, muncul gagasan agar pesan-pesan bijak dalam kalender tersebut dituangkan dalam bentuk pantun Melayu. Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya menghadirkan nuansa kearifan lokal dalam pesan-pesan dakwah kamtibmas, sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu yang menjadi karakter masyarakat Kepulauan Riau.
Pantun dianggap sebagai media komunikasi yang dekat dengan budaya masyarakat Melayu. Melalui pantun, pesan-pesan moral tentang pentingnya menjaga keamanan, menjauhi fitnah, serta mempererat persaudaraan dapat disampaikan dengan cara yang lebih halus, indah, dan mudah diterima masyarakat.
Kehadiran para dai dalam kegiatan buka puasa bersama di Polresta Barelang juga menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berlangsung di mimbar masjid, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang sosial yang lebih luas. Dai tidak hanya berperan sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga menjadi penyejuk masyarakat yang mampu mengajak umat untuk hidup rukun, menjauhi konflik, serta menjaga kedamaian.
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Budi Dermawan, Rudiansyah, Zainal Arifin, Abdul Razak, Resdin Pasaribu, Ismail, Badar, Andika Setiawan, Masrur Ainun Nadjih, Subur, Eka Nopri Yandri, Irfan, Agus Yusuf, Hidayat, Masnur, Akhmad Subkhi, Unggul Fahmi, Dukhroini Ali, Fikri, Mustofa, Sudarsono Limbong, Dr. Nursalim, Muhammad Rusdi Sa’id, Miswanto, Hafiz, Nahnu, Hatmanuddin, Syarifah Normawati Hamid, Mulyanto, Adamrin Arsyad, Sabriati, Abdul Majid, Nasir, H. Bima, Muliyadi, Muhammad Saliim, Nazir, Hamdanis, Julkipli Nasution, Asril Arief, serta sejumlah tokoh lainnya.
Namun demikian, tidak semua undangan dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena berbagai agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya. Salah satu tokoh yang menyampaikan izin tidak dapat hadir adalah Lukman Rifai yang pada waktu bersamaan tengah menjalankan tugas sebagai juri dalam Lomba Dakwah Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.
Meskipun demikian, semangat kebersamaan tetap terasa kuat. Para peserta yang hadir berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat hubungan antara tokoh agama dan aparat keamanan.
Melalui kebersamaan ini diharapkan lahir sinergi yang lebih kuat dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Peran para Dai Kamtibmas diharapkan semakin nyata dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, mengajak umat untuk menjauhi provokasi, serta menanamkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sosial.
Momentum Ramadhan yang penuh berkah ini menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan muballigh. Dengan semangat kebersamaan dan dakwah yang menyejukkan, diharapkan Kota Batam dan wilayah Kepulauan Riau secara umum dapat terus menjadi daerah yang aman, religius, dan penuh kedamaian. (Nursalim Turatea).







