Siapa menyusul? Akhirnya Menangis, AKBP Bintoro Dan AKP Zakaria Di PTDH.

Pemerintah, Polri287 views

MabesNews.com, Jakarta – Majelis Sidang Komisi Etik Polri, menjatuhkan putusan PTDH kepada AKBP Bintoro dan AKP Zakaria, karena terbukti telah menerima suap dari kasus dugaan Pembunuhan dengan tersangka AN dan MBH beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan Komisioner Kompolnas Choirul Anam kepada para Pewarta di Gedung Promoter Polda Metro Jaya hari Jumat 7 Februari 2025 kemarin, dia mengatakan usai pembacaan Keputusan sidang Etik, AKBP Bintoro menyatakan menyesali perbuatannya dan menangis.

” Pak Bintoro mengaku kesalahannya dan menyatakan menyesal, beliau juga sempat menangis usai mendengarkan pembacaan putusan sidang ” ujar Choirul Anam.

Lebih lanjut dia mengatakan, AKBP Bintoro mengakui telah menerima sejumlah uang dari kasus AN dan MBH.

” Dia mengaku, kalau perbuatan yang dilakukannya tersebut salah ” katanya.

Namun ketika ditanyakan besarnya nominal angka yang diterima oleh Bintoro, Choirul Anam tidak menyebutkan secara pasti

” Besaran Nominalnya saya tidak bisa pastikan, tapi ya kira kira lebih dari 100 juta rupiah ” ucapnya.

Dalam petikan putusan sidang Etik tersebut, AKBP Bintoro di PTDH. (Pemecatan dengan tidak hormat), dan juga diminta untuk meminta maaf kepada Pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan atas perbuatannya tersebut.

” Dari putusan tersebut, Pak Bintoro menyatakan Banding ” ujar Choirul Anam.

Selanjutnya, terkait kasus tersebut, ada beberapa orang lagi yang juga berada dalam pusaran kasus Bintoro ini, yakni AKP Zakaria yang juga diputuskan PTDH, AKBP Gogo Galesung dan Ipda Novian mendapatkan sanksi Demosi selama 8 tahun dan di patsus selama 20 hari.

” Demosi dengan tidak boleh ditugaskan ditempat penegakkan hukum atau reserse ” kata Choirul Anam.

Di Akhir keterangannya, Anam juga mengatakan, tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Anggota Polres Jaksel ini, lebih kepada tindak penyuapan.

” Kalau ditanyakan kepada saya, apakah kasus ini lebih ke tindak Pemerasan atau penyuapan, sepertinya lebih dekat kepada penyuapan ” ungkapnya.

(Abdul Rosad)