MabesNews.com, SUMBA BARAT DAYA, NTT – Sengketa tanah yang terjadi di Desa Ate Dalo, Dusun I, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, sempat memicu kericuhan antara dua pihak yang bersengketa pada Senin (13/7/2026). Akibat insiden tersebut, dua orang mengalami luka ringan dan situasi berhasil diamankan oleh personel Polsek Kodi bersama aparat TNI.
Adapun pihak yang bersengketa adalah:
* Pihak pertama: Sdr. Marinus
* Pihak kedua: Sdr. Dominggus
Sebelum insiden terjadi, telah dilaksanakan mediasi yang dipimpin langsung oleh Camat Kodi untuk mencari penyelesaian atas sengketa tanah tersebut. Dalam kegiatan mediasi, personel Polsek Kodi bersama unsur TNI turut melakukan pengamanan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam mediasi tersebut, Camat Kodi mengimbau kedua belah pihak agar menahan diri, menjaga ketertiban, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Camat juga menyampaikan rencana akan turun langsung bersama aparat terkait untuk melakukan survei terhadap lokasi yang menjadi objek sengketa.
Namun, setelah mediasi selesai dan kedua belah pihak meninggalkan Kantor Kecamatan Kodi, terjadi kericuhan. Kedua kelompok dilaporkan sempat saling kejar dan saling melepaskan anak panah.
Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka ringan, yaitu:
1. Sdr. Marinus mengalami luka ringan pada bagian paha.
2. Sdr. Markus mengalami luka pada bagian kening.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat gabungan dari Polsek Kodi dan TNI segera melakukan pengamanan di lokasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
* Melerai dan mengamankan kedua belah pihak.
* Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
* Berkoordinasi dengan Camat Kodi terkait penjadwalan survei lokasi sengketa.
* Melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Aparat gabungan Polsek Kodi bersama TNI masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Reporter: Dominggus







