Mabesnews.com.Banten — Ribuan warga Banten bersama sejumlah tokoh masyarakat, nelayan, aktivis lingkungan, serta Aliansi Aktivis 98, turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar-besaran menolak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2, 01/02/2025.
Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB di pintu masuk proyek pagar laut, Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, menggemakan orasi yang mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengeluarkan instruksi resmi untuk menghentikan dan membubarkan proyek tersebut.
Para demonstran menuding proyek PIK 2 sebagai bentuk dominasi oligarki yang dianggap merugikan masyarakat lokal, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari ekosistem pesisir. Mereka menilai proyek ini sarat dengan praktik sewenang-wenang yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat.
“Kami menuntut Presiden Prabowo segera bertindak tegas, hentikan proyek ini, dan usir para oligarki yang merampas tanah serta laut kami,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando, disambut riuh sorakan massa.

Suara Nelayan yang Tergusur
Kholid Miqdar, seorang nelayan asal Banten yang turut berorasi, menyuarakan kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Ia menilai keberadaan PIK 2 mengancam kelangsungan hidup nelayan tradisional di wilayah pesisir Banten.
“Kami tidak hanya kehilangan tempat mencari nafkah, tapi juga identitas sebagai nelayan. Pemerintah harus membatalkan semua transaksi pembelian tanah yang dijadikan bagian dari PIK 2,” tegas Kholid dengan nada penuh emosi.
Tuntutan Aksi
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan beberapa poin tuntutan:
1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan surat instruksi untuk menghentikan pembangunan PSN PIK 2.
2. Membubarkan semua konsorsium dan perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.
3. Mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum terkait perampasan tanah dan degradasi lingkungan di kawasan pesisir Banten.
4. Mengembalikan tanah dan wilayah pesisir kepada masyarakat adat dan nelayan tradisional.
Aksi berjalan dengan tertib meski sempat terjadi ketegangan kecil antara demonstran dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi, menunggu respons resmi dari pemerintah pusat.
Dampak Lingkungan dan Sosial dalam Sorotan
Penolakan terhadap PSN PIK 2 bukan hanya soal perebutan lahan, tetapi juga ancaman serius terhadap ekosistem pesisir Banten. Aktivis lingkungan menyoroti potensi kerusakan mangrove, hilangnya habitat biota laut, serta peningkatan risiko banjir akibat perubahan tata ruang yang masif.
“Proyek ini bukan pembangunan untuk rakyat, melainkan untuk segelintir elite yang meraup untung di atas penderitaan kami,” tutup seorang aktivis lingkungan dalam orasinya.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Banten tidak tinggal diam menghadapi proyek yang mereka anggap mengancam kehidupan mereka. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, dalam merespons tuntutan tersebut.**







