Mabesnews.com, Kecamatan kodi kabupaten Sumba Barat daya, Nusa tenggara Timur, ATE dalo, buku Bani, 11 februari 2026.momentum atraksi budaya merupakan simbolisasi adat istiadat suku kodi, buku Bani, yang sangat-sangat memukau di hadiri 10 ribu penonton dari berbagai macam suku.
Penonton dari berbagai macam suku saksikan langsung ketangkasan berkuda dengan jenis kuda yang di hiasi dengan kain adat suku kodi. Semua pelempar lembing hingga di iringi ronggeng, dan menari saat mengenai lawan
Di lapangan yang cukup luas dan terbuka.
Lapangan yang bersih memukau para semua penonton dari berbagai macam suku kodi, dan dari berbagai manca negara. Para penonton memberikan semangat yang tinggi di iringi dengan ronggeng merupakan tanda penghormatan warisan yang di warisi dari nenek moyang yang merupakan adat istiadat yang terus di lestarikan anak cucu hingga di jadikan momentum yang bersejarah dan lapangan yang sudah di sakralkan dari nenek moyang hingga turun temurun.
Dinas pariwisata, dengan FORKOMPIMDA, sumba Barat daya, hingga aparat kepolisian, brimob kompi C. Pelopor dan TNI sebagai bagian keamanan saat berlangsung nya proses atraksi berkuda lempar lembing.
Sejumlah tokoh adat, tokoh pemuda, hingga dari berbagai suku adat, pemerintah daerah turut hadir untuk berpartisipasi guna mendukung atraksi budaya atau Pasola. Sebagai bentuk ajang yang bergengsi yang di minati dari wisatawan dari berbagai manca negara , maupun domestik bersama warga lokal, hingga di jadikan momentum yang bersejarah, dan lapangan Pasola “Rara winya” desa ate dalo, kecamatan kodi, Rabu 11 februari 2026.
Paholong/yang di sebut Pasola, adalah bagian atraksi budaya yang memiliki filosofi bagi suku kodi buku Bani. Sebuah simbol kepercayaan bagi Rato nya (Tua adat) suku kodi pada umum nya.
Atraksi tersebut di warisi pada anak cucu, yang meyakinkan memiliki roh alam yang sangat-sangat di banggakan oleh rato marapu (tua adat) sebagai bentuk historis ritual adat istiadat yang di wariskan dari leluhur saat itu hingga saat ini selalu di lakukan para pemuda yang menguji mental mereka masing-masing.

Sungguh sangat luar biasa pesona alam kodi bawah(Rara winya)merupakan bentuk kepercayaan suku kodi pada umumnya, hingga rato nyale (tua adat) mempersiapkan lapangan yang sudah di sakralkan untuk perang lempar lembing yang di atur oleh rato nyale, yang tersohor mendunia hingga menghadirkan wisatawan asing guna menyaksikan langsung saat berlangsung nya atraksi lempar lembing di bumi marapu adalah: pulau yang memberikan cukup indah dan memiliki muda saldewood.
SADEWA, sebagai kepala desa”ONGGOL” senior dari atraksi budaya lempar lembing, Sadewa di segani dari pihak lawan nya,satu kali lempar lembing nya tidak pernah salah sasaran.
(OBET RANGGA MONE)Menyatakan atraksi budaya sangat-sangat mendunia,hanya saja
Jalan yang tidak layak di akses,harapan saya semoga pemerintah daerah bisa memperhatikan kedepan nya,sehingga atraksi budaya tahun 2027 bisa lebih baik yang akan memantik kedatangan dari para wisatawan (tutup)nya.
Tim lapangan.
DOMINGGUS.







