Proyek Yang Bernilai Milayaran di Desa Ngarum-Ngrejeng, Kondisinya Sangat Memperihatinkan

Pemerintah346 views

MabesNews.com, Jatim – Penduduk Desa Ngarum Kecamatan Grabakan di buat mengeluh dan prihatin atas hasil pekerjaan proyek pengaspalan jalan penghubung antara desa Ngarum menuju desa Ngrejeng atau sebaliknya.

Mereka menyayangkan adanya proyek pengaspalan jalan yang bernilai milyaran rupiah itu terlihat sangat tipis dan tidak rata.

Kasno (45), penduduk desa setempat mengeluarkan kekesalannya dan berani berkomentar lantang dan pedas di depan wartawan media beritapatroli saat melakukan investigasi di lokasi.

Kasno yang hanya seorang petani itu melihat pekerjaan yang di duga asal-asalan alias asal jadi itu, juga merasakan adanya skandal dugaan kongkalikong antara pihak rekanan dengan petugas Core Drill ketika melakukan pemeriksaan dan pengeboran aspal di proyek tersebut. (Kamis, 06/02/2025)

“Lihat sendiri mas pekerjaan itu, di foto saja biar pemerintah kabupaten Tuban tahu bahwa pekerjaan yang menghabiskan uang milyaran rupiah itu, hasilnya seperti ini. Saya yakin proyek ini di duga banyak permainannya dan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB),” katanya.

“Ini pasti ada permainan mas. Karena jelas-jelas jalan itu kan sudah dilakukan Core Drill oleh petugas. Seharusnya ada complaint karena aspasnya terlalu tipis. Tetapi mengapa bisa lolos dari pemeriksaan? Dan waktu akan dilakukan core drill, sebelumnya titik-titiknya sudah ditentukan dengan ditandai lingkaran dengan cat berwarna putih. Petugas pasti melakukan pengeboran juga di dalam lingkaran tersebut.” Imbuhnya.

Masih kata Kasno, “Masih ada beberapa akses jalan yang berada di dekat desa ini pada tahun 2024 kemarin, mendapat gelontoran anggaran dari pemerintah kabupaten Tuban melalui Dinas PUPR-PRKP untuk perbaikan jalan, plengsengan dan proyek-proyek lainnya. Tetapi hasilnya juga banyak yang dikeluhkan oleh warga masyarakat.” Terangnya.

“Bukan hanya di sini mas, beberapa jalan penghubung di seputaran wilayah kecamatan Soko dan kecamatan Grabakan ini pada tahun 2024 kemarin juga banyak yang di perbaiki, tetapi coba di cek sendiri, bagaimana hasilnya pekerjaan itu,” imbuhnya.

Tidak diketahuinya besaran nilai proyek, menjadi sorotan dan perbincangan warga masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan di lokasi proyek tidak terdapat papan informasi, sehingga masyarakatpun tidak dapat melihat besaran nilai anggarannya.

 

Kontraktor atau rekanan yang mengerjakan proyek tidak pernah memasang papan informasi. Mereka merahasiakan besaran biaya maupun spesifikasi lainnya agar tidak diketahui dengan jelas oleh masyarakat secara umum.

“Dari awal pekerjaan, memang tidak ada papan proyek, mas. Jadi saya dan masyarakat lainnya ya tidak tahu, berapa nilainya dan siapa yang mengerjakan,” Tutupnya.

Berbekal informasi dan data yang ada di lokasi, wartawan media mabesnws.com propinsi jawa timur mengkonfirmasi Basdi, Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Tuban. Mereka menyampaikan dengan singkat, “Nanti saya tak konfirmasi ke rekanan dan melakukan pengecekan di lapangan, mas.” Katanya.