Polresta Cirebon Larang Nobar Dan Konvoi Suporter Jelang Pertandingan Persija VS Persib

Polri74 views

Mabesnews.com – Polresta Cirebon – Jelang laga klasik antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, Jajaran Polresta Cirebon mengambil langkah tegas dengan melarang segala bentuk kegiatan nonton bareng (Nobar) hingga konvoi suporter di Wilayah Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/5/2026).

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Polisi Imara Utama, sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan yang berpotensi memicu kerawanan.

“Polresta Cirebon melarang Nobar. Jika masih nekat, akan kami bubarkan,” tegas Kombes Polisi Imara Utama, Jumat (8/5/2026).

Selain pelarangan Nobar, Polresta Cirebon juga mengantisipasi potensi konvoi suporter yang kerap terjadi usai pertandingan. Sejumlah titik rawan telah dipetakan, dan Personel Kepolisian akan disiagakan secara maksimal untuk mencegah terjadinya gesekan antar pendukung.

“Kami siagakan Personel di titik – titik jalur yang berpotensi dilalui konvoi,” tegas Kombes Polisi Imara Utama.

Langkah Preventif ini diambil mengingat tingginya tensi rivalitas antara kedua tim yang memiliki basis suporter besar, yakni Jakmania dan Bobotoh atau Viking. Rivalitas tersebut kerap berujung pada gesekan di sejumlah Daerah, termasuk di Wilayah Cirebon.

Polresta Cirebon juga menghimbau masyarakat untuk tidak menggelar Nobar di ruang Publik mau pun Kafe. Warga diminta menyaksikan pertandingan dari rumah masing – masing guna meminimalisir potensi kerumunan yang berisiko memicu konflik.

Diketahui, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Super League Indonesia 2025 sampai 2026 pekan ke-32 akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026) Pukul 15.30 Wib.

Dengan langkah tegas ini, Polresta Cirebon berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama – sama menjaga kondusivitas Wilayah serta mencegah potensi konflik yang dapat merugikan semua pihak, tutur Kombes Polisi Imara Utama. Pewarta

( Markus.T ).