MabesNews.com, SBD, Kodi Utara, 30 Mei 2026 — Di tengah berbagai proses yang masih berjalan, Pemuda Kodi Peduli Kemanusiaan menyerahkan donasi awal berupa seng, paku, dan sembako kepada keluarga Bapa Kornelis Kanda Toro, warga Kampung Nangga Dolo, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan ini mungkin belum besar, namun menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama yang sedang hidup dalam keterbatasan. Saat banyak hal membutuhkan waktu dan proses, solidaritas memilih hadir lebih dahulu untuk sedikit meringankan beban keluarga.
Harapannya, bantuan sederhana ini dapat menjadi awal harapan baru sekaligus mengetuk hati lebih banyak pihak untuk ikut peduli. Sebab, bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi kesulitan hidup, sekecil apa pun bantuan tetap memiliki arti yang sangat besar.
Pemuda Kodi Peduli Kemanusiaan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut bergerak membantu dan menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih hidup dan tumbuh di tanah Kodi.
Martinus Kondo selaku wartawan MABESNEWS.COM menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan para pemuda.
“Penyerahan donasi awal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Di saat berbagai proses bantuan membutuhkan waktu, langkah cepat dari komunitas pemuda menjadi bukti bahwa solidaritas dan kemanusiaan tidak harus menunggu,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan masih sederhana berupa seng, paku, dan sembako, nilai yang terkandung di dalamnya jauh lebih besar daripada sekadar materi karena membawa harapan, semangat, dan pesan bahwa keluarga yang sedang mengalami kesulitan tidak berjalan sendiri.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian bersama. Ketika masyarakat bergerak membantu sesama, hal itu bukan untuk menggantikan peran siapa pun, melainkan untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa ditinggalkan dalam kesulitannya.
“Semoga kepedulian yang telah ditunjukkan Pemuda Kodi Peduli Kemanusiaan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berbagi dan bergotong royong demi membantu keluarga yang membutuhkan,” tutupnya.
Tim Lapangan
Martinus Kondo







