Pejuang Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Pemerintah88 views

Oleh: Dr. Nursalim, M.Pd.

Kafilah MTQ KORPRI VIII Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026

 

Cabang Cipta Puisi dan Baca Puisi Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau

Menjadi pejuang bukan sekadar tentang keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Menjadi pejuang adalah tentang kesediaan menjalani proses panjang, menghadapi kegagalan, menaklukkan rasa lelah, dan tetap berdiri ketika jalan menuju keberhasilan terasa begitu berat.

“Pejuang tak pernah mengkhianati hasil.”

Ungkapan tersebut bukan sekadar kalimat motivasi. Ia merupakan gambaran tentang hukum perjuangan bahwa hasil yang bermakna selalu lahir dari proses yang sungguh-sungguh. Tidak ada prestasi yang benar-benar besar tanpa latihan, disiplin, pengorbanan, doa, dan ketekunan.

Pada MTQ KORPRI VIII Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, saya mendapat amanah menjadi salah seorang kafilah yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau pada cabang Cipta Puisi dan Baca Puisi. Amanah ini bukan sekadar kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga kehormatan untuk membawa nama daerah ke tingkat nasional.

Bagi saya, puisi bukan hanya susunan kata yang indah. Puisi adalah suara hati, rekaman perjalanan, kritik terhadap zaman, dan doa yang disampaikan melalui bahasa. Sementara membaca puisi bukan sekadar membacakan teks, melainkan menghidupkan kata agar pesan, nilai, emosi, dan makna dapat sampai kepada pendengar.

Karena itu, perjuangan dalam cabang Cipta Puisi dan Baca Puisi tidak dimulai ketika kaki menginjak panggung perlombaan. Perjuangan dimulai jauh sebelumnya ketika seseorang memilih untuk membaca, menulis, menghayati, berlatih, mengevaluasi kekurangan, kemudian mengulanginya kembali dengan penuh kesungguhan.

Ada saat ketika tubuh merasa lelah. Ada saat ketika hasil latihan belum sesuai harapan. Bahkan ada kemungkinan ketika karya yang kita yakini baik belum tentu mendapatkan penilaian terbaik. Namun, seorang pejuang tidak boleh menjadikan hasil sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu memberikan yang terbaik dari kemampuan yang kita miliki.

Sebagai bagian dari Kafilah MTQ KORPRI VIII Provinsi Kepulauan Riau, saya membawa satu keyakinan bahwa kita harus bertanding dengan kemampuan, tampil dengan kejujuran, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Sebab, kompetisi bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara. Kompetisi juga merupakan ruang untuk belajar tentang kerendahan hati ketika menang dan keteguhan hati ketika belum berhasil.

Bagi seorang ASN, perjuangan tersebut memiliki makna yang lebih luas. Kita tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama institusi, daerah, dan martabat aparatur negara. Karena itu, prestasi harus berjalan beriringan dengan integritas, akhlak, tanggung jawab, dan sikap profesional.

Saya percaya bahwa setiap keringat yang jatuh dalam latihan, setiap halaman yang dibaca, setiap bait yang ditulis, dan setiap kata yang dilafalkan dengan penuh penghayatan tidak akan pernah menjadi sesuatu yang sia-sia.

Mungkin hasilnya tidak selalu datang dalam bentuk piala.

Kadang-kadang hasil itu hadir dalam bentuk pengalaman, keberanian, persahabatan, kematangan berpikir, dan kepuasan karena telah menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.

Maka, kepada seluruh pejuang seni, sastra, dan para kafilah yang sedang membawa nama daerah, jangan takut terhadap proses. Jangan terlalu cepat mengukur diri dari hasil. Teruslah berlatih, teruslah belajar, dan teruslah memperbaiki diri.

Karena pada akhirnya, panggung hanya berlangsung beberapa menit, tetapi perjuangan di belakang panggunglah yang menentukan kualitas penampilan.

Saya ingin percaya pada satu kalimat sederhana:

“Selama perjuangan dilakukan dengan sungguh-sungguh, hasil tidak pernah benar-benar mengkhianati perjuangan.”

Dari Kepulauan Riau, kami datang bukan sekadar untuk bertanding. Kami datang membawa karya, doa, kehormatan, dan nama daerah.

Kepulauan Riau berjuang.

Kepulauan Riau berkarya.

Kepulauan Riau siap memberikan yang terbaik.

Salam perjuangan.

Salam sastra.

Salam KORPRI.