MabesNews.com, Sumba Barat Daya, NTT – Pasola merupakan tradisi yang unik dan sakral dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Kecamatan Kodi, Desa Ate Dalo, Kampung Buku Bani.
Pasola berasal dari kata “sola” atau “paholong” yang berarti lembing kayu. Tradisi ini telah ada sejak zaman dahulu dan dipercaya sebagai bagian dari ritual adat masyarakat Sumba, khususnya di Kampung Buku Bani.
Makna Filosofis Pasola
Tradisi Pasola mengandung berbagai makna mendalam, antara lain:
1. Permohonan restu kepada Sang Dewa untuk keselamatan dan kemakmuran.
2. Ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
3. Perayaan kemenangan atas musuh.
4. Sarana mempererat hubungan antar kelompok masyarakat.
Proses Pelaksanaan Pasola

Pelaksanaan Pasola mengikuti tahapan-tahapan berikut:
1. Pemilihan Lokasi
Dilaksanakan di lapangan terbuka yang luas.
2. Pembagian Tim Peserta
Peserta dibagi menjadi dua tim yang saling berhadapan.
3.Perlengkapan Tradisional
Setiap peserta menunggang kuda dan membawa lembing kayu.
4. Pelaksanaan Ritual
Dua tim saling melempar lembing kayu sambil menunggangi kuda.
Keunikan Pasola di Kampung Buku Bani
Tradisi Pasola di Kampung Buku Bani dilaksanakan dengan sejumlah ciri khas yang masih terjaga hingga kini, seperti:
Pembacaan Doa Adat
Dilakukan oleh rato Marapu (tua adat) sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang mewariskan tradisi ini.
Lembing Kayu sebagai Simbol
Lembing kayu digunakan sebagai simbol kekuatan dan keberanian dalam pertempuran.
Pakaian Adat
Seluruh peserta mengenakan pakaian adat yang khas dan berwarna-warni, memperkuat nuansa sakral dan kebudayaan lokal.
Waktu Pelaksanaan
Pasola umumnya dilaksanakan satu kali dalam setahun, antara bulan Januari hingga Maret, tergantung pada kesepakatan adat di masing-masing wilayah. Penentuan tanggal dilakukan oleh rato Marapu sesuai dengan perhitungan dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur.
Pada tanggal 14 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 WIT, tim dari Media MabesNews.com yang diwakili oleh Dominggus berkesempatan mewawancarai rato Marapu di Kampung Buku Bani. Dalam wawancara tersebut, tua adat menjelaskan berbagai nilai luhur yang terkandung dalam pelaksanaan Pasola.
Informasi dan fakta-fakta unik lainnya dari Kampung Buku Bani akan terus diberitakan melalui sesi wawancara lanjutan dengan para rato Marapu.







