MERAWANG, MABES NEWS.COM – Praktik transaksi bijih timah di kawasan Merawang, Kabupaten Bangka, kini tengah menjadi sorotan publik. Seorang oknum aparat penegak hukum (APH) yang bertugas sebagai kuat bertindak sebagai pelindung atau backing bagi seorang kolektor timah
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber masyarakat yang identitasnya dirahasiakan, kepada jejaring media ini, kolektor timah berinisial sengaja memindahkan lokasi transaksi jual beli timah guna menghindari pantauan pihak luar, termasuk awak media.
” itu jarang beli timah di rumah karena sering dipantau media. Makanya, dia lebih memilih transaksi di dalam hutan kebun sawit a” ujar sumber tersebut kepada awak media, Rabu (2/4/2026).
Selain berpindah-pindah lokasi, dalam menjalankan bisnisnya, Amen diduga selalu didampingi oleh oknum anggota APH berinisial JN. Kehadiran di lokasi transaksi disinyalir bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi kolektor tersebut.
Keterlibatan oknum aparat ini rupanya memicu keresahan di kalangan masyarakat Sumber menyebutkan bahwa para penambang merasa terintimidasi dan seolah dipaksa untuk menjual hasil tambang mereka hanya kepada
” Penambang timah harus menjual hasil mereka ke AM oleh oknum tersebut. ” jelas sumber tersebut menambahkan.
Selain itu para penambang juga mengeluhkan sistem timbangan yang digunakan oleh AM yang dinilai tidak transparan.
Seorang narasumber lain yang juga merupakan warga setempat menyatakan bahwa keterlibatan oknum JN sudah berlangsung cukup lama, dan kejadian ini sekitar yakni sekitar kurang lebih satu tahunan sudah berlalu
Ia menjelaskan bahwa JN seringkali mendampingi Amen saat sedang melakukan transaksi timah berlangsung.
Ia mengatakan bahwa warga sebenarnya tidak keberatan dengan aktivitas jual beli tersebut, namun mereka merasa kesal dengan campur tangan oknum yang terlalu jauh.
”Sering kali dia ada di sana mendampingi bos AM, Semua orang Merawang sudah tahu. Intinya, semua hasil timah di sana harus masuk ke mereka,” ungkapnya,
Hingga berita ini diturunkan, jaringan media Mabesnews.com masih berupaya meminta klarifikasi kepada oknum Bhabinkamtibmas berinisial JN terkait tudingan tersebut guna menjamin keberimbangan pemberitaan (cover both sides).
Di sisi lain, kolektor timah yang diketahui AM juga sedang dalam upaya konfirmasi mengenai legalitas izin usaha pembelian bijih timah yang dijalankannya.
Penulis: ZL







