Mabesnews.com, Labuhan batu, 17 February 2026 – Bisa disebut situasi kritis tengah melanda PTPN IV Regional II Kebun Unit Meranti ajamu ll paham dibawah kepemimpinan Andrian Mufti ,dimana ratusan pokok tanaman sawit produktif diperkirakan berusia 7 hingga 9 Tahun kondisi nya sangat memperihatinkan tepatnya di Afdeling 2 ajamu ll, posisi persisnya berkisar 500 meter dari Kantor Afdeling ll Desa selat beting Kecamatan panai hulu Kabupaten labuhan batu, Sumut.
Dipastikan kebun ini mengalami penurunan produktivitas yang drastis akibat dugaan ketidakmampuan manajer, Andrian Mufti, dalam memimpin unit tersebut. Kondisi memprihatinkan ini ditandai oleh beberapa kegagalan pengerjaan oleh manajemen yang serius seperti kegagalan pemangkasan pelepah (pruning), serangan gulma anakan sawit yang meluas ke tanaman pokok, gulma rumput liar yang tidak terkendali,anak kayuan yang tumbuh subur dan membusuknya buah sawit di pohon seperti diketahui berdasarkan investigasi wartawan pada senin (17/01/2026).
1.Pelepah tidak di Pruning.
Dari hasil investigasi ditemukan tanaman sawit yang masih muda ini tidak dilakukan penunasan atau istilah di perkebunan disebut Pruning, diperkirakan sudah 1 tahun tidak dilakukan pruning, hal tersebut dilihat dari kondisi pelepah yang sudah sangat rimbun,pelepah yang mengering dan layu.Ketiadaan pemangkasan rutin (pruning) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman yang tidak terkendali, meningkatkan kerentanan terhadap hama dan penyakit, dan secara signifikan pasti mengurangi produktivitas.
Salah satu bukti dari ratusan tanaman yang tidak di pruning

2.Ratusan gulma anakan sawit tumbuh subur.
Ditemukan adanya ratusan anakan sawit yang tumbuh subur semenjak Andrian Mufti menjabat Manajer di Kebun ajamu ll Gulma anakan sawit yang berkembang biak tanpa kendali telah menyerang tanaman pokok, pastinya mengakibatkan kerusakan yang meluas dan penurunan hasil panen yang tajam. Kegagalan pengendalian gulma memperparah situasi, meningkatkan persaingan nutrisi dan mengurangi produktivitas lebih lanjut.
Salah satu dari ratusan anakan sawit yang menjadi gulma diduga akibat sebelumnya brondolan tidak dipanen hingga tumbuh menjadi gulma.
3.Gulma rumput liar tidak terkendali.
Ditemukan di beberapa tempat di hamparan yang sama,gulma rumput liar yang tidak terkendali menyerang tanaman sawit, hal ini
Pasti menjadi masalah serius di kebun,dimana gulma ini dapat bersaing dengan tanaman sawit untuk mendapatkan nutrisi, air, dan cahaya matahari, serta dapat merusak estetika.Hal tersebut terjadi diduga karena tidak dilakukan pengendalian gulma dengan benar.
Gulma liar menghimpit tanaman.
4.Gulma berkayu tumbuh tidak dilakukan dongkelan.
Ditemukan di beberapa titik anak kayuan tumbuh subur bahkan ada hingga setinggi 2 meter, diperhitungkan sudah lama tidak dilakukan pendongkelan anak kayuan,tentu dapat memberikan dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Dampaknya meliputi persaingan unsur hara dan air, serta gangguan pada proses fotosintesis dan transportasi nutrisi
Salah satu bukti dari ada berapa tandan buah yang membusuk di pohon.
Terkait temuan dilapangan Manajer PTPN IV Regional ll Kebun Unit ajamu Andrian Mufti ketika dikonfirmasi terkait pertanggungjawaban kondisi tanaman dan dugaan kerugian perusahaan PTPN IV akibat kondisi tanaman yang memprihatinkan dan kurang perawatan dan buah membusuk di pokok, belum memberikan keterangan hingga berita ini dipublikasikan ke permukaan.Pesan Konfirmasi yang dikirim ke WA dilengkapi beberapa foto dan video.
Kondisi ini telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi PTPN IV PalmCo dan mengancam keberlanjutan usaha serta kesejahteraan para pekerja. Menanggapi situasi darurat ini, lembaga pengawas, seperti SPI (Sistem Pengawasan Internal), diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Investigasi ini harus mengungkap penyebab pasti permasalahan, menilai dampak kerugian secara komprehensif, dan menuntut pertanggungjawaban atas kegagalan manajemen yang terjadi
Annas saragih







