Mahasiswa Sumba Barat Daya dan Malaka Desak Pemerintah Tangerang Selatan Copot Pot Bunga di Depan Kampus Unpam Viktor Demi Keselamatan Pengguna Jalan

MabesNews.com, Tangerang Selatan – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya dan Malaka yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyampaikan sikap tegas terkait keberadaan pot bunga yang ditempatkan di bahu jalan depan Kampus Universitas Pamulang (Unpam) Viktor, Tangerang Selatan.

Para mahasiswa menilai penempatan pot bunga di sepanjang bahu jalan tersebut telah mempersempit akses kendaraan, memicu kemacetan lalu lintas, serta membahayakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan. Mereka menduga kondisi tersebut turut menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat terbatasnya ruang kendaraan di lokasi tersebut.

Sebanyak sembilan mahasiswa asal Sumba Barat Daya dan Malaka menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan estetika kota semata. Menurut mereka, bahu jalan seharusnya difungsikan untuk menunjang kelancaran serta keselamatan lalu lintas, bukan justru menjadi penghambat yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Dalam pernyataan sikapnya, LMND menyebut tuntutan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, di antaranya:

1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 25 ayat (1), yang menegaskan bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi perlengkapan jalan demi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

2. Pasal 45 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas meliputi trotoar, fasilitas pejalan kaki, dan perlengkapan keselamatan jalan lainnya.

3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang menegaskan bahwa penyelenggaraan jalan harus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kemudahan bagi masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, LMND mendesak pemerintah dan instansi terkait agar segera:

1. Mengevaluasi keberadaan pot bunga di bahu jalan depan Kampus Unpam Viktor.

2. Memindahkan atau menghilangkan pot bunga yang dinilai menghambat akses jalan.

3. Mengganti area tersebut dengan trotoar yang layak agar pejalan kaki memiliki ruang aman tanpa harus menggunakan badan jalan.

Ketua Kota LMND, Ferdinandus Klau Seran, mahasiswa asal Malaka, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat.

“Jalan raya bukan tempat mempersempit ruang rakyat, tetapi ruang keselamatan bagi semua,” tegas Ferdinandus.

Sementara itu, Martinus Kondo selaku wartawan MABESNEWS.COM menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi terkait. Menurutnya, penataan kota memang penting untuk menciptakan lingkungan yang indah dan tertata, namun aspek keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

Keberadaan pot bunga di bahu jalan yang mengurangi ruang kendaraan dinilai berpotensi menimbulkan risiko besar, terutama di kawasan kampus yang setiap hari dipadati mahasiswa, pengendara motor, mobil, serta pejalan kaki. Jika benar kondisi tersebut telah menyebabkan kecelakaan, pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Selain itu, penyediaan trotoar yang aman bagi pejalan kaki juga menjadi kebutuhan mendesak. Banyak pejalan kaki terpaksa menggunakan badan jalan karena tidak tersedianya ruang khusus yang memadai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan.

Aspirasi yang disampaikan mahasiswa LMND dinilai menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan publik dan fungsi jalan yang seharusnya dimanfaatkan secara tepat. Pemerintah diharapkan dapat mendengar aspirasi masyarakat serta mengambil langkah cepat dan bijak demi kepentingan bersama.

Tim Lapangan

Martinus Kondo