Jaringan Terkendala, Pasien Keluhkan Pelayanan Berbelit di RSUD Aloei Saboe Provinsi Gorontalo 

Pemerintah48 views

MabesNews.com, Gorontalo. Gangguan jaringan pada sistem pendaftaran RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Senin, 28 September 2026, membuat pasien berinisial RH harus bolak-balik antara loket pendaftaran dan poliklinik untuk menyelesaikan administrasi.

RH tiba sekitar pukul 09.00 WITA untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sebelumnya, RH telah diperiksa pada 14 September 2026 setelah mendapat surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama pada 11 September 2026.

Menurut RH, pada pemeriksaan sebelumnya dirinya seharusnya memperoleh surat kontrol untuk kunjungan berikutnya. Namun, surat tersebut disebut tidak diberikan dan baru dipertanyakan ketika RH kembali untuk pemeriksaan pada 28 September.

Kendala kembali terjadi saat RH melakukan fingerprint di loket pendaftaran. Menurut RH, petugas menyampaikan bahwa sistem sedang terkendala jaringan dan mengarahkannya ke poliklinik.

Setibanya di poliklinik, RH mengaku justru diarahkan kembali ke bagian pendaftaran karena datanya belum masuk dalam sistem. Ia juga mengaku mendapat pernyataan dari staf administrasi yang dinilainya menekan.

“Ini bagaimana ini, Ibu belum mendaftar. Ini juga sekarang terkendala jaringan jadi tidak bisa. Ibu juga baru sampai, jaringan juga tidak boleh. Harusnya Ibu datang lebih pagi lagi,” ujar RH, mengutip pernyataan staf administrasi tersebut.

RH kemudian kembali ke loket pendaftaran untuk menyelesaikan proses administrasi.

“Sangat disayangkan sekelas rumah sakit provinsi namun pelayanannya sangat tidak menyenangkan. Ketika terjadi kendala jaringan, para staf administrasi malah saling melempar tanggung jawab. Akhirnya pasien juga sudah kewalahan duluan karena harus ke sana kemari,” ujar RH.

Kendala jaringan seperti ini tidak bisa dipandang sebelah mata, dikarenakan berdampak langsung pada pelayanan. Pendaftaran terhambat, data belum masuk sistem, waktu tersita, dan pasien harus bolak-balik antara loket dan poliklinik. Kondisi ini membuat proses pemeriksaan pada pasien pun ikut tertunda.(pusran)