MabesNews.com, Ketapang, Kalimantan Barat – Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN) 69.0091 Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, memberikan klarifikasi resmi terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di fasilitas mereka. Langkah ini diambil guna merespons pemberitaan media mengenai keluhan nelayan terkait distribusi solar di wilayah tersebut.
Pihak manajemen SPDN menjelaskan bahwa saat ini volume pasokan solar subsidi yang datang memang mengalami keterbatasan. Kuota yang diterima diakui belum sebanding dengan tingginya jumlah rekomendasi usulan yang masuk ke pihak SPDN.
”Kami mengakui adanya keterbatasan pasokan solar jika dibandingkan dengan jumlah rekomendasi yang masuk saat ini,” ujar perwakilan pengelola SPDN dalam keterangannya.
Prioritaskan Pemilik Pas Kecil
Menyikapi jeritan dan keluhan para nelayan tradisional, pihak SPDN berkomitmen untuk melakukan pembenahan sistem penyaluran ke depan. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah memprioritaskan nelayan yang telah memiliki dokumen Pas Kecil untuk perahunya.
Akomodasi ini akan diutamakan bagi para nelayan tradisional yang beroperasi di wilayah terdekat sekitaran Kota Ketapang, di antaranya:
Nelayan Kampung Sampit
Nelayan Desa Sukabangun
Nelayan Desa Baru
Siap Koordinasi dengan Pihak Terkait
Manajemen SPDN menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan nelayan lokal menjadi prioritas utama. Apabila berbagai upaya optimalisasi di lapangan telah dilakukan namun kuota BBM tetap tidak mencukupi, pihak SPDN siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
Pihak pengelola berjanji akan segera mengoordinasikan dan membicarakan kekurangan kuota BBM solar ini dengan instansi serta pihak-pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Melalui klarifikasi ini, SPDN berharap dapat terus menjalin hubungan dan komunikasi yang harmonis dengan para nelayan sebagai konsumen. Diharapkan dengan sinergi yang baik, penyaluran BBM subsidi dapat berjalan tepat sasaran, merata, dan seluruh nelayan di Kabupaten Ketapang bisa kembali melaut dengan lancar. (DR)




